• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 16 September 2019

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    NTT Kurangi Kuota Pengiriman Sapi ke Luar Daerah
    ALBERTO | Kamis, 22 Januari 2015 | 10:54 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    NTT
    Ternak sapi di NTT

     

    Kupang, Flobamora.net - Kuota pengiriman sapi Provinsi NTT  ke luar daerah mengalami penurunan.Tahun 2014 kuota pengiriman sebanyak 62.605 ekor menjadi 51.334 ekor pada tahun 2015. Penurunan sebanyak 11.271 ekor ini karena realisasi pengiriman pada tahun 2014 jauh dibawah kuota yakni hanya 49.658 ekor.



    "Kita realistis saja, kuota kita tahun ini  51.334 ekor karena realisasi  tahun lalu hanya 49.658 ekor," kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT Thobias Ully, di Kupang, Kamis ( 22/1).



    Menurutnya, kuota pengiriman sapi tahun ini baru diajukan kepada Gubernur, yang merupakan akumulasi dari perhitungan semua kabupaten/kota di NTT dalam rapat yang dilaksanakan di Kupang Senin (19/1).



    Dia menegaskan, pengiriman sapi tidak boleh melebihi kuota yang ditetapkan. Apalagi pengiriman saat ini melalui  koordinasi, supervisi, dan pencegahan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).



    Menurutnya, pembatasan pengiriman sapi ke luar NTT agar populasi sapi di NTT tidak berkurang. Yang bisa dikirim sesuai ketentuan adalah sapi potong yang beratnya di atas 275 kilogram.



    Sementara sapi betina produktif, lanjutnya, dilarang dijual ke luar daerah. Justru, jumlah sapi betina ini harus diperbanyak untuk menambah populasi sapi di NTT secara keseluruhan.



    Dia mengharapkan, semua pengusaha konsisten dengan kuota yang ditetapkan sehingga tidak ada lagi sapi yang tertahan di karantina karena sudah habis kuota pengiriman. Pengalaman tahun  lalu, tidak boleh terjadi pada tahun ini dan tahun-tahun yang akan datang.



    “Izin pengiriman sapi ke luar NTT diperketat dan hanya dilakukan melalui satu pintu yakni melalui Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT. Namun untuk mendapatkan izin, pengusaha harus mengantongi surat keterangan kesehatan hewan dari Dinas Peternakan,” jelasnya.
    ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.