• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 25 September 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Sudah Digusur, 13 KK Nekad Tinggal di Belakang Kampus ABA
    VICKY DA GOMEZ | Sabtu, 24 Januari 2015 | 16:56 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Sudah
    Koalisi Masyarakat Sipil diterima Asisten Tata Praja Eduardus Desa Pante

     

     

    Maumere, Flobamora.net - Belum lama ini Pemkab Sikka telah menggusur semua warga yang membangun rumah di atas tanah pemerintah di belakang Kampus Akademi Bahasa Asing (ABA) Maumere.

     

    Namun dua pekan pasca penggusuran sebanyak 13 kepala keluarga masih nekad membangun rumah di lokasi itu.

               

    Informasi tentang 13 kepala keluarga yang masih nekad itu disampaikan oleh sekelompok orang yang menamakan diri Koalisi Masyarakat Sipil. Mereka meminta pemerintah untuk memberikan perhatian agar 13 kepala keluarga itu diberikan tempat tinggal yang layak.

               

    Koalisi Masyarakat Sipil ini terdiri dari LBH Nusra, Divisi Perempuan TruK-F, pengacara, aktifis kemanusiaan, dan korban penggusuran. Mereka yang bergabung di dalam Koalisi Masyarakat Sipil itu seperti Fransesco Bero, Thomas Aquino, Magnus Gaharpung, Marianus Reynaldi Laka, Suster Eustochia, Fabianus Boli, Laurensius Ritan dan Yohanes Kia Nunang.

               

    Pada Sabtu (24/1) Koalisi Masyarakat Sipil berniat bertemu Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera dan Wakil Bupati Sikka Paolus Nong Susar. Namun mereka tidak berhasil bertemu karena dua pejabat ini sedang tugas dinas ke luar daerah.

     

    Karena Sekretaris Daerah, Valentinus Tupen juga sedang ke luar daerah, akhirnya Koalisi Masyarakat Sipil diterima Asisten Tata Praja, Eduardus Desa Pante. Mestinya diterima oleh Pelaksana Tugas Sekda Sikka, Mauritz da Cunha, namun saat itu yang bersangkutan sedang memimpin rapat koordinasi berkaitan dengan pengawasan ikan formalin.

               

    Fransesco Bero mengatakan, kedatangan Koalisi Masyarakat Sipil berkaitan dengan dua masalah kemanusiaan, yakni masalah korban penggusuran dan kasus trafficiking. Dia meminta perhatian dari pemerintah atas dua masalah ini.

     

    Direktur LBH Nusra ini menegaskan Koalisi Masyarakat Sipil tidak mau berdebat soal kepemilikan atas tanah, karena dari para warga yang selama ini menempati lokasi belakang Kampus ABA sudah jelas disampaikan, tanah tersebut adalah milik pemerintah.

     

    “Koalisi Masyarakat Sipil hanya ingin meminta perhatian pemerintah agar warga korban penggusuran yang sampai sekarang masih tinggal di atas tanah itu diberikan tempat tinggal yang layak,” katanya.

               

    Sebelumnya, Pemkab Sikka telah menggsur 70 kepala keluarga yang menempati tanah di belakang Kampus ABA. Pemerintah pun memberikan solusi dengan menawarkan mereka tinggal sementara di Aula Transito Maumere, namun warga menolaknya.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.