• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 20 September 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Korban Kekerasan di Sikka Meningkat 25 Persen
    VICKY DA GOMEZ | Sabtu, 24 Januari 2015 | 19:51 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Korban
    Suster Eustochia, SSps

     

     

    Maumere, Flobamora.net - Korban kekerasan anak, perempuan dewasa, dan perdagangan orang di Kabupaten Sikka pada tahun 2014 naik meningkat 25 persen dibandingkan tahun 2013.

     

    Pada tahun 2014 jumlah korban kekerasan sebanyak 130 orang, sementara pada tahun sebelumnya jumlah korban kekerasan hanya 104 orang. Data ini merupakan pengaduan langsung korban dan keluarga yang melaporkan kasus kekerasan kepada Divisi Perempuan Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TruK-F) Maumere.

               

    Demikian keterangan pers yang disampaikan Pimpinan TruK-F Suster Eustochia, SSpS, Rabu (21/1) di Sekretariat TruK-F. TruK-F menyampaikan catatan akhir tahun sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik, dan mendorong pemerintah serta publik untuk mencegah dan memberikan perlindungan kepada korban kekerasan.

               

    Data yang disampaikan Suster Eustochia yakni korban anak 77 orang, korban perempuan dewasa 37 orang dan korban perdagangan orang 16 orang. Di antara para korban itu ada yang memanfaatkan fasilitas rumah aman atau shelter milik TruK-F yakni korban bayi tujuh orang, korban anak 29 orang, korban perempuan dewasa 10 orang.

               

    Kekerasan terhadap anak antara lain seperti kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual dan kekerasan ekonomi atau penelantaran. Kekerasan terhadap perem[puan dewasa antara lain seperti kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual kekerasan ekonomi, dan pemutusan hubungan kerja secara sepihak.

               

    Khusus kekerasan seksual, TruK-F mengklasiifikasi kekerasan ini dalam 15 jenis yakni perkosaan dialami 23 orang, percobaan perkosaan dialami dua orang, pelecehan seksual dialami dua orang, eksploitasi seksual dialami lima orang, pemaksaan perkawinan 1 orang, insest dialami 1 orang, pemaksaan aborsi dialami satu orang, dan cabul dialami 34 orang.  

               

    Selain melayani penanganan dan pendampingan bagi korban, TruK-F juga memberikan pelayanan rehabilitasi kesehatan berupa rawat nginap, pengobatan, pemeriksaan, imunisasi ibu hamil dan bayi bagi 17 korban. Lebih dari itu TruK-F juga memberikan bantuan dana pemberdayaan ekonomi untuk modal usaha alterbatif bagi lima korban.

               

    Dalam keterangan pers, Suster Eustochia yang didampingi Pater Otto Gusti Madung, SVD menyampaikan pula berbagai kesulitan dalam penanganan kasus kekerasan.

     

    Dia menyebutkan, kebijakan anggaran operasional masih terbatas, belum optimalnya peran Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Sikka, masih adanya aparat penegak hukum yang belum memiliki perspektif gender yang utuh, dugaan kuat dan rapinya jaringan perdagangan orang di Kabupaten Sikka, dan masyarakat yang belum berani melaporkan kasus-kasus kekerasan dan perdagangan orang.***

     




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.