• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 03 April 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    DKP NTT Bentuk Tim Pantau Ikan Berformalin di Sikka
    ALBERTO | Senin, 26 Januari 2015 | 10:46 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    DKP
    Ikan yang diduga berformalin yang disita Satpol PP Kabupaten Sikka pekan lalu

     

    Kupang, Flobamora.net - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Abraham Maulaka  mengatakan, pihaknya telah membentuk sebuah tim untuk memantau temuan ikan berformalin di Kabupaten Sikka.

     

    “Saya sudah bentuk tim dan dalam waktu  dekat akan turun ke Flores Timur dan Sikka,karena masalah ini sangat serius serta membutuhkan penanganan segera,” kata Maulaka di Kupang, Senin (26/1).

     

    Menurutnya, meski belum mendapat laporan resmi dari kabupaten, pihaknya merasa perlu melakukan tindakan secepatnya, karena dikhawatirkan ikan berformalin bisa dijual ke daerah lain di luar Flores Timur.

     

    Dia mengakui, pihaknya belum tahu jika ikan berformalin dari Kabupaten Flores Timur dalam sepekan terakhir ditengarai sudah masuk Kupang diangkut dengan kapal fery dan langsung ke TPI Oeba dan Tenau.

     

    “Nanti kita cek ke TPI. Untuk memantau apakah ikan itu berformalin atau tidak, kami harus meminta bantuan karantina hewan dan BPOM Kupang,mesmi kami sendiri punya alat untuk memantau kadar formalin," ujarnya.       

     

    Sebagaimana diberitakan, Satpol PP Kabupaten Sikka dalam operasinya pada Senin (19/1), menemukan 203 boks atau sekitar 2 ton ikan berformalin asal Larantuka, Kabupaten Flores Timur yang hendak dijual ke wilayah Barat Flores.

     

    Sebelumnya, Pol PP Sikka juga menemukan ikan berformalin milik PT Shitaratian sebanyak 25 ton. Bahkan DPRD Sikka sudah melaporkan perusahaan ini ke polisi karena tidak memusnahkan ikan tersebut.

     

    Dalam kasus ikan asal Larantuka, pemerintah dan DPR Flores Timur sudah menemui Pemkab dan DPRD Sikka untuk membahas masalah ini. DPRD Flotim meminta kasus ini tidak dibawa ke proses hukum, dan menjadi pelajaran berharga karena baru pertama terungkap.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.