• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 25 November 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Orangtua Korban Trafficking Gagal Bertemu Bupati Sikka
    VICKY DA GOMEZ | Senin, 26 Januari 2015 | 20:41 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Orangtua
    Benyamin Nafmone

     

     

    Maumere, Flobamora.net, - Benyamin Nafmone dan Yohanis Nenobais gagal bertemu Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera pada Senin (26/1). Setelah menunggu kurang lebih satu jam di lobi Kantor Bupati Sikka, dua orangtua dari anak-anak korban trafficking ini memilih pulang ke rumah. Entah kapan keduanya akan kembali menemui orang nomor satu di Kabupaten Sikka itu.

               

    Kedua orangtua yang berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan ini datang ke Kantor Bupati Sikka di Jalan El Tari didampingi Ketua Serikat Buruh Seluruh Indonesia Cabang Sikka, Maya Say. Mereka tiba sekitar jam 11.00 Wita, dan langsung mengisi buku tamu.

     

    Saat mereka tiba Bupati Yoseph Ansar Rera bersama Wakil Bupati Sikka Paolus Nong Susar sedang memimpin rapat koordinasi bersama pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) sejak pukul 08.30 Wita. Hingga mereka kembali sekitar pukul 12.00 Wita, rapat koordinasi masih berlangsung, dan baru selesai pukul 13.30 Wita.

               

    Kepada Flobamora.net, Benyamin Nafmone, ayah dari Ricky Nafmone, korban trafficking dari pengusaha Roti Kaigi, mengatakan dia ingin menemui Bupati Yoseph Ansar Rera sehubungan dengan persoalan anaknya dalam kasus trafficking.

     

    Dia sendiri tidak tahu apa yang dia mau sampaikan kepada Bupati Ansar Rera. Kemungkinan orangtua ini ingin meminta Bupati Ansar Rera membantunya agar anaknya yang sedang tertimpa masalah dikembalikan ke TTS.

               

    “Kemarin saya bertemu TruK-F dan minta bawa pulang anak saya karena dia tidak punya masalah dengan pemilik Roti Kaigi. Tapi TruK-F bilang persoalan ini sudah diketahui bupati, jadi hari ini saya ke sini mau bertemu bupati,” jelasnya tanpa mau memberitahu apa yang mau dia sampaikan ke Bupati Ansar Rera.

               

    Berkali-kali Benyamin Nafmone menegaskan, anaknya tidak punya masalah dengan pemilik Roti Kaigi. Hemat dia, anak-anak datang kerja di perusahaan roti itu dengan seizin orangtua. Karena tidak ada masalah, lanjutnya, makanya dia datang ke Maumere untuk membawa pulang-anaknya ke TTS.

               

    Sebelumnya, dua orangtua ini sudah sempat mendatangi Polres Sikka, karena berpikir anak-anaknya ditahan di Polres Sikka. Setelah mengetahui anak-anak mereka berada di shelter TruK-F, mereka pun mendatangi Sekretariat TruK-F untuk bertemu dengan anak-anak mereka. Gagal membawa pulang anak-anak mereka, kedua orangtua ini pun berniat bertemu Bupati Sikka. 

               

    Sebagaimana diketahui sebanyak 10 anak yang bekerja di perusahaan Roti Kaigi kini sedang berada di shelter TruK-F Maumere. Mereka diduga menjadi korban perdagangan anak dan dugaan kasus seksual yang dilakukan oleh pengusaha roti. Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Sikka, dan kini sedang dalam proses pemeriksaan.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.