• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 24 Januari 2022

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Bentuk Kecamatan Lio Barat, Ratusan Tomas Temui Bupati Ende
    LEX | Kamis, 29 Januari 2015 | 20:47 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Bentuk
    Bupati Ende menerima dokumen pembentukan Kecamatan Lio Barat dari Ketua Panitia Frans Taso Ve

     

     

    Ende, Flobamora.net - Ratusan tokoh masyarakat (Tomas) dari 10 desa di dua kecamatan, yakni Detusoko dan Ndona menemui Bupati Ende Marselinus YW Petu, Kamis (29/1). Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi membentuk kecamatan baru, yakni kecamatan Lio Barat yang lepas dari kecamatan induknya Detusoko dan Ndona.

     

    Turut hadir mendampingi Bupati Marsel Petu, Wakil Bupati Djafar Achmad, Asisten Pemerintahan, Martinus Satbhan dan pimpinan SKPD terkait . Tampak pula puluhan Mosalaki dari 10 desa,kepala desa dan BPD, tokoh pemuda, tokoh wanita. Hadir juga dua camat, yakni Camat Detusoko dan Camat Ndona.

     

    Ketua Panitia Pembentukan Kecamatan Lio Barat, Frans Tasso Ve dalam laporannya menguraikan sejarah pembentukan Kecamatan Lio Barat. Dia menyebutkan, aspirasi ini mulai digulir sejak tahun 2006. Kesepuluh desa telah bersepakat melalui pertemuan-pertemuan untuk bisa membentuk kecamatan baru.

     

    Dia menyebutkan, kesepuluh desa tersebut berasal dari dua kecamatan berbeda yakni sembilan desa dari Kecamatan Detusoko yakni Desa Randoria,Wolotolo, Wolotolo Tengah, Roa, Wolomasi, Saga , Rateroru, Ndito dan Turunalu. Sedangkan dari Kecamatan Ndona adalah Desa Kelikiku. Berdasarkan kesepakatan, telah dipilih Wolomasi, sebagai ibu kota kecamatan.

     

    “Semua persyaratan sudah dan sedang kami lakukan. Kami sudah menyetujui Wolomasi sebagai ibu kota kecamatan. Alasan kami mengusulkan pembentuk kecamatan lepas dari kecamatan induk adalah demi pendekatan pelayanan,” ujarnya.

     

    Dia juga mengatakan, masyarakat setempat terutama para Mosalaki telah menyerahkan tanah untuk membangun kantor dan fasilitas lainnya.

     

    Bupati Marsel pada kesempatan itu berharap, pembentukan kecamatan baru harus melalui tata aturan yang berlaku. Dia juga menyetujui pembentukan kecamatan baru sejalan dengan ditariknya pemberlakuan moratorium.

     

    “Memang sungguh berat jika membentuk sebuah kecamatan baru karena merupakan SKPD, sehingga alokasi anggaran harus didanai dari APBD. Apalagi untuk sekarang ini belanja publik kita kurang, yakni hanya 40 persen sementara untuk pegawai 60 persen,” kata Marsel.

     

    Karena itu, katanya, jika dibentuk lagi kecamatan baru, maka anggaran untuk publik semakin kecil. Meski demikian, dia berjanji untuk bisa berjuang dalam APBD perubahan agar kecamatan baru ini bisa direalisir, karena merupakan keinginan dan kebutuhan masyarakat.

     

    Lebih jauh mantan Ketua DPRD Ende ini mengatakan, jika seluruh mekanisme dan aturan dilaksanakan dengan baik, dipastikan pada tahun 2016 Kecamatan Lio Barat sudah bisa dibentuk dan ditetapkan melaui peraturan daerah sebagai kecamatan definitif.

     

    “Untuk tujuan tersebut, apa yang sudah menjadi kesepakatan, seperti penyerahan tanah dan lain-lain harus benar-benar tulus. Penyerahannya tidak hanya berupa berita acara penyerahan, namun dituangkan dalam perjanjian diatas meterai. Jika itu berupa tanah, maka dilakukan sertifikasi sehingga di kemudian hari tidak terjadi sesuatu persoalan baru,” ujarnya.

     

    Pada kesempatan audiensi dengan Bupati Ende, panitia juga menyerahkan dokumen rencana pembentukan Kecamatan Lio Barat dengan ibukota Wolomasi oleh ketuanya, Frans Tasso Ve. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.