• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 25 Oktober 2021

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Tahun 2015 Pemprov NTT Alokasikan 1.143 Unit PLTS
    ALBERTO | Jumat, 30 Januari 2015 | 10:07 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Tahun
    Kadis Pertambangan dan Energi NTT, Danny Suhadi

     

     

    Kupang,Flobamora.net -  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2015 menngalokasikan 1.143 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang akan disebarkan ke beberapa kabupaten.

     

    “Alokasi PLTS melalui APBD  Provinsi NTT itu untuk 10 kabupaten guna memenuhi kebutuhan listrik masyarakat pedesaan,” kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTT, Danny Suhadi di Kupang, Jumat (30/1).

     

    Dia merincikan  persebaran PLTS terdsebut antara lain untuk Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) di daerah transmigrasi di Desa Tublopo 50 Unit, Malaka di UPT Weain 105 unit, UPT Tualaran 102 unit dan di Desa Kabuna 100 unit, Kabupaten Rote di Desa Mbokak 70 unit, di Desa Oelolo 70 unit dan di UPT Translok Istua 100 unit.

    Kemudian, Kabupaten Manggarai Timur, di UTP Untal 100 unit, Kabupaten Flores Timur (Flotim) di UTP Libu 50 unit dan Desa Waiwuring 60 unit, Kabupaten Sumba Barat, di Desa Karekanduku 50 unit, Kabupaten Ende, di Desa Boafeo 100 unit, Kabupaten Kupang di Desa Faumes Dusun Noeltoko, 56 unit, Kabupaten Manggarai, di Desa Nggalak Dusun Mbang 55 unit, dan di Kabupaten Alor Desa Kelaisi Barat 75 unit.

    “Untuk pengadaan PLTS ini, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 3,7 Miliar. Sementara Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk PLTS tahun 2014 ada  4.150 unit yang tersebar di 16 Kabupaten penerima DAK bidang energi pedesaan,” jelasnya.

     

    Sedangkan yang tidak mendapat alokasi PLTS dari DAK,tuturnya, adalah Kota Kupang, Malaka, Lembata, Flotim, Ende dan Sikka.

     

    Dia menambahkan, di tengah keterbatasn dana, pemerintah tetap berupaya untuk memfaslitasi kebutuhan listrik bagi masyarakat, guna memperkecil perbandingan rasio eletrifikasi di NTT yang hingga tahun ini, baru sekitar 65 persen penduduk yang terlayani listrik.***


     




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.