• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 24 Januari 2022

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    DPRD NTT Diminta Dukung Pemberantasan Peredaran Narkoba
    ALBERTO | Sabtu, 31 Januari 2015 | 11:44 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    DPRD
    Pintu Perbatasan Indonesia - Timor Leste

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Ancaman peredaran narkoba di dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) maupun ke daerah lain melalui NTT semakin meningkat dari waktu ke waktu.

     

    Meningkatnya ancaman tersebut karena wilayah perbatasan antara Indonesia – Timor Leste sebagai pintu masuk jaringan narkoba internasional, menjadi perhatian anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal NTT, Ibrahim Agustinus Medah.

     

    Dalam pertemuan terbatas dengan pimpinan DPRD NTT, Jumat (30/1) kemarin, Medah mengharapkan lembaga legislatif itu mendukung kerja polisi dan aparat BNN dalam memerangi peredaran narkoba di daerah ini.

     

    “DPRD NTT mungkin bisa mengalokasikan anggaran untuk pengadaaan alat deteksi (x-ray) untuk ditempatkan di pintu perbatasan Motaain, sehingga bisa memantau pergerakan jaringan pengedar narkoba internasional yang memanfaatkan NTT sebagai pintu masuk peredaran narkoba dalam negeri,” katanya.

     

    Menurutnya, selama ini aparat keamanan sulit mendekteksi masuknya narkoba karena ketiadaan peralatan. Bahkan, menurut pengakuan Kapolda NTT, terjadi penangkapan jaringan narkoba di wilayah perbatasan selama ini karena intuisi aparat keamanan saja.

     

    Memang, kata dia, beberapa waktu lalu Polda juga sudah mendapat anjing pelacak untuk membantu  aparat kepolisian di wilayah perbatasan, tetapi itu dirasa belum cukup atau memadai lantaran kerja anjing pelacak juga terbatas.

     

    Dia menengarai, beberapa daerah di NTT saat ini menjadi pintu masuk peredaran narkoba yakni Sikka, Manggarai Barat dan Sumba Barat Daya, karena minimnya fasilitas pengawasan di Bandar Udara dan Pelabuhan Laut.

     

    “Kita sangat berharap agar di wilayah perbatasan dan wilayah pelabahan laut, menempatkan alat deteksi (X- ray), agar peredaran narkoba bisa dicegah. Memang untuk wilayah perbatasan antar negara, aparat yang ditempatkan telah dilatih tapi tidak dilengkapi dengan fasilitas yang memadai,” paparnya.

     

    Dia menambahkan, wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini menempati urutan kelima di Indonesia sebagai daerah rawan peredaran narkoba. Masuknya narkoba ke NTT selama ini dilakukan jaringan sindikat obat terlarang berasal dari India melalui Malaysia dan Timor Leste. Sistem kerja yang dijalankan jaringan sindikat ini sangat rapih. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.