• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 23 April 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Polisi Segel Cold Storage Milik PT Shitaratian
    VICKY DA GOMEZ | Sabtu, 31 Januari 2015 | 19:27 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Polisi
    Polisi sedang menyegel Cold Storage PT Shitaratian

     

     

    Maumere, Flobamora.net - Aparat kepolisian dari Polres Sikka, Sabtu (31/1), membentang garis polisi sebagai tanda penyegelan terhadap cold storage PT Shitaratian yang terletak di Nangahure, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat. Dengan penyegelan ini semua kegiatan yang berhubungan dengan cold storage di perusahaan ini dihentikan sementara.

               

    Petugas Polres Sikka juga membawa lima kantong sampel terdiri empat kantong sampel ikan berformalin dan satu kantong sampel yang berisikan es batu. Rencananya sampel ikan dan es batu ini akan dikirim ke laboratorium forensik di Denpasar.

               

    Ikut menyaksikan proses penyegelan cold storage yakni Kapolres Sikka, AKBP  Budi Hermawan, Wakapolres Sikka, Supriyanto, Ketua Tim Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan Segar, Kensius Didimus, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Lukman, dan Kepala Dinas Kesehatan, Maria Bernadina Ninu. Direktris PT Shitaratian, Shinta Faqih dan sejumlah karyawan juga hadir menyaksikan proses ini.

               

    Kapolres Budi Hermawan yang ditemui di sela-sela proses penyegelan menjelaskan polisi melakukan penyegelan untuk menindaklanjuti proses hukum terhadap PT Shitaratian sebagaimana laporan DPRD Sikka beberapa waktu lalu.

               

    “Jadi hari ini kami lakukan penyegelan sebagai tindak lanjut laporan DPRD Sikka. Untuk sementara cold storage ini tidak boleh dimanfaatkan. Kami juga sudah ambil sampel untuk uji laboratorium di Denpasar, dan ini adalah kepentingan proses yuridis,” jelas Budi.

               

    Seperti disaksikan Flobamora.net, sebelum melakukan penyegelan aparat kepolisian dari Unit Identifikasi Polres Sikka terlebih dahulu memasuki ruangan cold storage. Di ruangan ini masih terdapat kurang lebih dua ton ikan berformalin yang belum dimusnahkan.

     

    Ikan-ikan berformalin ini dibungkus rapi dalam plastik-plastik, diperkirakan setiap plastik beratnya mencapai 10 kilogram.  Menurut Shinta Faqih ikan berformalin yang belum dimusnahkan itu terdiri dari kurang lebih satu ton ikan tembang (lamuru) dan kurang lebih satu ton ikan layang.

               

    Di ruangan cold storage, petugas identifikasi langsung memberi label pada plastik-plastik ikan. Selanjutnya petugas identifikasi mengambil beberapa ikan sebagai sampel untuk dikirim ke laboratorium forensik di Denpasar.

               

    Usai pengambilan sampel, aparta kepolisian langsung menyegel pintu masuk cold storage. Sebelumnya di pintu masuk itu sudah terlebih dahulu ada tanda segel dari pemerintah berupa tempelen kertas HVS yang bertuliskan cold storage ini untuk sementara dihentikan kegiatannya. Setelah penyegelan pintu masuk cold storage, aparat polisi melanjutkan dengan menyegel jendela bagian depan cold storage.

               

    Terhadap penyegelan ini, Shinta Faqih menyatakan dukungan atas kerja aparat kepolisian. Dia beralasan penyegelan ini sebagai bagian untuk membantu kelancaran proses hukum. Shinta Faqih tampak sangat kooperatif dengan proses penyegelan.***


     




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.