• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 24 Januari 2022

     
    Home   »  Gaya Hidup
     
    Intip Risiko Penyakit dari Kondisi Rambut
    ANA DEA | Minggu, 01 Februari 2015 | 10:16 WIB            #GAYA HIDUP

    Intip
    Ilustrasi (wikihow.com)

     

     
    FLOBAMORA.NET - Setiap helai rambut yang memenuhi kepala kita bukan hanya akan menentukan penampilan, tapi juga kesehatan. Melalui kondisi rambut, kesehatan seseorang bisa diprediksi. Berikut tiga jenis masalah rambut dan kaitannya dengan kondisi kesehatan.

    - Rambut pirang atau merah
    Orang yang memiliki rambut berwarna pirang atau merah diketahui lebih beresiko menderita penyakit Parkinson dibandingkan orang yang berambut hitam. Hal ini karena warna terang berarti melanin yang lebih sedikit. Padahal, melanin merupakan pigmen yang punya efek perlindungan pada saraf. Salah satu cara menurunkan risiko Parkinson adalah rutin mengonsumsi buah segar seperti apel.

    - Uban muncul lebih cepat
    Seiring dengan usia, melanin, pigmen yang memberi warna pada rambut, memang akan berkurang. Tetapi, kebiasaan mengonsumsi makanan asin dan pedas juga bisa mempercepat timbulnya uban. Sebuah studi dari Turki menyebutkan, orang yang beruban di usia muda cenderung memiliki kondisi arteri yang keras. Kondisi ini berbahaya bagi jantung.

    Ada banyak cara untuk menurunkan risiko penyakit jantung, antara lain mengonsumsi buah dan sayuran. Penelitian juga menyebutkan, konsumsi asam lemak omega-3 dan kacang-kacangan sangat baik bagi jantung.

    - Kebotakan
    Jika rambut Anda mulai tipis pada bagian puncak kepala, risiko terkena kanker prostat lebih besar dibanding pria yang tidak botak. Salah satu pemicu kebotakan ini adalah kadar hormon androgen yang tinggi.

    Kabar baiknya, kanker prostat bisa ditekan risikonya. Berolahraga kardio juga diketahui akan mengurangi kadar androgen dalam darah sehingga memperlambat terjadinya kebotakan.

     


    Sumber: www.menshealth.com
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.