• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 Agustus 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Wilfrida Soik Berpeluang Bebas dari Hukuman Mati
    ALBERT R. | Rabu, 22 Januari 2014 | 22:21 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Wilfrida
    Walfrida Soik

     

    Kupang, Flobamora.net  – Tenaga Kerja Indonesoa (TKI)  asal Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) Wilfrida Soik yang tengah diadili di Pengadilan Klantan, Malaysia, berpeluang bebas dari ancaman hukuman mati.

    Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Nusa Tenggara Timur Sarah Lerry Mboeik yang selama ini turut mendampingi Wilfrida mengatakan pasal 302 Penal Code (Kanun Keseksaan) Malaysia yang sebelumnya dituduhkan kepada Wilfrida, telah diganti dengan pasal 304.

    "Ancaman hukuman maksimal sesuai pasal 304 adalah seumur hidup. Kami terus berjuang agar Wilfrida juga bebas dari hukuman seumur hidup," kata Sarah di Kupang, Rabu  (22/1).

    Menurut Sarah, pasal tuduhan hukuman mati diubah setelah jaksa mendengar sejumlah saksi pada persidangan beberapa waktu lalu. Para saksi mengatakan usia Wilfrida masih anak-anak saat  diberangkatkan ke Malaysia, dan dia merupakan korban perdagangan manusia, dan ia direkrut saat moratorium pengiriman TKI oleh Pemerintah Indonesia. Dalam konstitusi Malaysia, anak-anak tidak boleh dijatuhi hukuman mati.

    Dengan demikian, Sarah optimistis Wilfrida akan bebas dari hukuman mati. Akan tetapi menurut dia, perjuangan membebaskan Wilfrida dari hukuman belum berakhir.

    Dia mengatakan sidang akan dilanjutkan 26-27 Januari 2014 dengan memeriksa lima saksi termasuk dokter Adbul kadir bin Abubakar, Direktur Rumah Sakit Jiwa Tompoi, Johor Bahru yang beberapa waktu lau berkunjung ke kampung halaman Wilfrida di Belu.

    Saksi lainnya yang diharapkan meringankan Wilfrida ialah dokter ahli gigi dan dokter ahli jiwa. Setelah pemeriksaan saksi, sidang masih akan dilanjutkan pada 29 30 Januari dengan agenda memeriksa Mansor. Mansor ialah orang yang pertama kali  menemukan Wilfrida menangis di tepi jalan.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.