• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 27 November 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Belum Tahan Pemilik Toko Roti Kaligi, Polisi Disebut Lamban
    VICKY DA GOMEZ | Senin, 02 Februari 2015 | 22:24 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Belum
    Aksi demo PMKRI Maumere

     

     

    Maumere, Flobamora.net - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMKRI Maumere menggelar aksi di Mapolres Sikka, Senin (2/2) berkaitan dengan kasus perdagangan orang yang dilakukan oleh pemilik Toko Roti Kaigi. Mereka menyebut polisi lamban karena belum menangkap dan menahan pasangan suami isteri yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

               

    Karena tidak mengantongi surat izin dari Polres Sikka, aktivis PMKRI dilarang untuk menyampaikan pendapat. Namun agar tidak terjadi gesekan, polisi mengawasi ketat jalannya aksi para aktivis ini. Mereka pun tidak dipersilakan masuk ke Markas Polres Sikka, tetapi diarahkan berorasi di depan pintu masuk Mapolres Sikka.

     

    Usai menerima perwakilan dari Tim Relawan untuk Kemanusiaan (TruK-F) dan jaringan yang saat itu juga sedang melakukan aksi demo di Mapolres Sikka, barulah Kapolres Sikka AKBP Budi Hermawan menerima perwakilan dari PMKRI Maumere.

               

    Aktifis PMKRI Maumere membentang dua spanduk di mana salah satunya bertuliskan Polres Sikka Lamban. Para mahasiswa mengecam langkah lamban kepolisian yang tidak segera menangkap dan menahan DMT dan BS, pemilik Toko Roti Kaigi. Mereka beralasan kedua tersangka ini bisa saja melarikan diri, karena menurut informasi yang mereka dengar, sejak Minggu (1/2) kedua tersangka ini sudah tidak lagi berada di Maumere.

               

    “Dua orang tersangka itu sejak hari Minggu kemarin sedang berada di SoE Kabupaten TTS. Kami mengingatkan agar polisi segera mengkap dan menahan mereka, karena khawatir mereka bisa saja melarikan diri. Polisi harus bertindak cepat dan jangan lamban,” teriak salah seorang orator.

               

    Sewaktu menerima perwakilan PMKRI Maumere, Budi Hermawan menjelaskan, polisi masih melakukan proses hukum terhadap kasus ini. Tentang penangkapan dan penahanan, katanya, polisi pasti akan melakukan langkah-langkah itu.

               

    Dia juga menyinggung agar aktivis PMKRI Maumere untuk menggunakan prosedural yang baik dan benar dalam menyampaikan pendapat di depan umum. Dia mengatakan polisi tidak akan menghalang-halangi maksud untuk menyampaikan pendapat di depan umum, asalkan memenuhi aturan yang berlaku.

     

    “Kali ini saya legowo menerima adik-adik. Tapi ini untuk yang pertama dan terakhir. Lain kali silakan urus dulu surat-surat izin,” tandasnya.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.