• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 03 Desember 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Titu Eki : Konyol, Jika Buat Pernyataan Bencana Sebelum Tahu Kerugian
    ALBERTO | Selasa, 03 Februari 2015 | 07:36 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Titu
    Bupati Kupang, Ayub Titu Eki

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Bupati Kupang, Ayub Titu Eki mengatakan, dirinya hingga saat ini belum membuat pernyataan bencana di daerah itu lantaran masih harus menunggu data riil dan pelaporan resmi dari BPBD setempat.

     

    “Kalau kita buat pernyataan bencana sebelum mengetahui kerugian atau kerusakan, itu bisa konyol. Kita perlu tahu dulu berapa tingkat kerugian yang timbul akibat bencana, baru dibuatkan pernyataan bencana,” kata Titu Eki kepada Flobamora.net di Kupang, Senin (2/2) kemarin.

     

    Menurutnya, pekan lalu wilayah Kabupaten Kupang khsusnya Kecamatan Amfoang Barat Daya dan Kecamatan Fatuleu Barat dilanda bencana banjir. Tetapi itu tidak dengan serta merta harus buat pernyataan bencana. Staf BPBD harus turun ke lokasi dan mendata berbagai kerusakan atau kerugian.

     

    Dia mengakui, bencana kali ini cukup besar  sehingga mengisolir beberapa wilayah kecamatan di Amfoang akibat putusnya Jembatan Termanu. Pihanya juga sudahmengirimkan staf ke wilayah itu untuk melakukan pemantauan dan pendataan selain bereusaha membuka akses jalan ke wilayah tersebut.

     

    “Untuk masa tanggap darurat sudah kita salurkan bantuan terutama untuk korban banjir di Kecamatan Fatuleu Barat. Sedangkan di Kecamatan Amfoang Barat Daya bantuan untuk masyarakat disalurkan secara bertahap, karena medannya sangat sulit,” ujarnya.

     

    Dia menuturkan, jika laporan sudah ada Pemerintah Kabupaten Kupang, sudah siap dengan tindakan pemulihan pascabencana. Apabila kerusakannya  masih dalam skala kecil, masih bisa ditangggulangi sendiri. Sebaliknya, jika kerusakannya cukup besar akan dilaporkan dan meminta bantuan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

     

    Saat ini, tuturnya, pemerintah kabupaten masih berkonsentrasi pada masa penanganan darurat sehingga bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada korban bencana. Setelah itu baru dilanjutkan dengan tindakan penanggulangan pascabencana.

     

    “Meski demikian, kami tetap hati-hati dalam membuat laporan dan harus berdasarkan data yang riil. Ini penting agar tidak memunculkan persoalan bartu di kemudian hari,” tambahnya. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.