• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 Agustus 2019

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Bupati Sunur : Ikan dari Lembata Tidak Berformalin
    ALBERTO | Rabu, 04 Februari 2015 | 09:38 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Bupati
    Bupati Lemnbata, Eliazer Yentji Sunur

     

    Kupang, Flobamora.net - Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur menjamin tidak ada ikan berformalin dari Lembata yang dijual ke luar daerah itu. Apalagi, di Lembata tidak ada yang menjual formalin, selain rumah sakit.

     

    Jaminan tersebut disampaikan Bupati Sunur yang dihubungi, Rabu (4/2), sehubungan dengan maraknya ikan berformalin yang berasal dari Lembata dan Kabupaten Flores Timur.

     

    “Penjualan formalin di Lembata terkontrol dan tidak dijual bebas. Apalagi, di Lembata tidak ada yang menjual formalin, selain rumah sakit. Jadi tidak ada ikan berformalin di Lembata. Jika ada, mungkin itu ditaruh saat di kapal yang bukan dilakukan nelayan Lembata,” katanya.

     

    Sunur mengaku setelah beredarnya informasi ikan berformalin dari daerah itu, bersama nelayan langsung mengecek dan tidak menemukan adanya ikan berformalin.

     

    Pemkab Lembata, sambungnya, juga langsung berkoordinasi dengan Satpol PP, Polair, TNI Angkatan Laut untuk melakukan sosialisasi ke pasar ikan, karena penggunaan formalin sudah sangat meresahkan.

     

    “Saya justru menilai ikan Lembata sangat laris karena memiliki kualitas terbaik. Bisa saja tuduhan ikan Lembata formalin karena ada persaingan bisnis yang bertujuan mematikan nelayan Lembata,” katanya.

     

    Sebagaimana diberitakan, setelah diawasi secara ketat di daratan Flores, kini ikan berformalin kembali masuk Kupang. Senin lalu petugas Dinas Kelautan dan Perikanan NTT menahan sekitar 12 ton ikan berformalin. Selain dari Lembata, ikan berformalin tersebut juga datang dari Larantuka, Flores Timur. 

     

    Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, Abraham Maulaka mengatakan, petugas dari institusi tersebut tengah melakukan pemeriksaan intensif terkait masuknya ikan dari Flotim dan Lembata itu.

     

    “Ikan yang ditahan, berbagai jenis antara lain lamuru (tembang), tongkol dan lain-lain. Berdasarkan uji laboratorium oleh Laboratorium Pembinaan dan Pemeriksaan Mutu Hasil Perikanan DKP NTT, ikan-ikan itu positif mengandung formalin,” tuturnya.**


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.