• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 31 Mei 2020

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Pengiriman TKI ke Malaysia Akan Lewat Satu Pintu
    ANA DEA | Sabtu, 07 Februari 2015 | 08:12 WIB            #INTERNASIONAL

    Pengiriman
    Presiden Joko Widodo berbicara dengan Perdana Menteri Najib Razak dalam kunjungan bilateral ke Malaysia.

     

    FLOBAMORA.NET - Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Najib Razak menyetujui perjanjian bahwa pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Malaysia akan dilakukan melalui satu pintu resmi dalam waktu dekat.

     

    Model satu pintu akan diterapkan dengan cara menyeleksi perusahaan pengerah tenaga kerja yang bonafide di Indonesia sebagai pengirim. Sebaliknya, Malaysia juga akan menyeleksi agen penyalur tenaga kerja.

     

    Kesepakatan tersebut dicapai Jumat (06/02), hari kedua kunjungan Presiden Joko Widodo ke Malaysia.

     

    "Mungkin ke depan hanya ada 10 agen tapi bonafide," kata Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNPT2TKI) Nusron Wahid yang mengikuti perundingan bilateral di Kuala Lumpur.

     

    "Kita akan segera menyeleksi agen, baik agen di Malaysia maupun agen di Indonesia sehingga kalau ada masalah, ya tidak masuk dalam 10 agen tersebut," Nusron Wahid menjelaskan kepada BBC Indonesia.

     

    Format satu pintu akan dirumuskan oleh tim kedua negara sebelum pertemuan tingkat menteri pada akhir bulan ini.

     

    Kekurangan PRT

    Pengiriman tenaga kerja lewat satu pintu dapat mencegah penyelundupan manusia dan tenaga kerja gelap. Selama ini tenaga kerja Indonesia ke Malaysia diberangkatkan oleh sekitar 515 perusahaan dan banyak pula yang berangkat lewat jalur tidak resmi.

     

    Oleh sebab itu, Menurut Nusron Wahid, tidak mengherankan bila terdapat 105.000 tenaga kerja ilegal yang masuk ke Malaysia pada tahun 2014, sedangkan yang resmi hanya 4.000 orang.

     

    Rencana pengiriman tenaga kerja Indonesia melalui satu pintu resmi akan membantu mengurangi kekurangan tenaga kerja sektor pekerja domestik di Malaysia.

     

    Itulah yang diharapkan oleh presiden Persatuan Agensi Pembantu Rumah Asing (PAPA) Malaysia, Jeffrey Foo.

     

    "Saya sambut baik karena ini adalah satu jalan keluar yang baik setelah kita menghadapi masalah setelah moratorium dilepas, sudah dua atau tiga tahun lalu tapi masih kesulitan mengambil pekerja domestik dari Indonesia yang mencukupi," ungkap Foo.

     

    Perlindungan

    Persoalan tersebut, lanjutnya, timbul karena perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia mengutip biaya tinggi untuk pengiriman pekerja domestik.

     

    Jeffrey Foo memperkirakan saat ini Malaysia kekurangan 30.000 pekerja domestik dan mayoritas majikan menginginkan tenaga kerja dari Indonesia.

     

    Baik Nusron Wahid maupun Jeffrey sepakat bahwa pengiriman satu pintu akan memberikan perlindungan lebih kepada tenaga kerja.

     

    Agen akan dimintai tanggung jawab untuk melatih tenaga kerja sebelum diberangkatkan dan memberikan asuransi keselamatan tenaga kerja.

     

    Selain itu, agen diharuskan memastikan tenaga kerja diperlakukan baik oleh majikan dan gaji dibayar sesuai dengan kontrak.

     

    Namun belum jelas apakah penerapan satu pintu bisa berjalan baik mengingat pengiriman tenaga kerja secara gelap selama ini sulit diberantas.

     


    Sumber: BBC Indonesia
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.