• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 25 Oktober 2020

     
    Home   »  Nasional
     
    Saat Menteri Susi Bicara Soal Pengaruh Mega Terhadap Presiden Jokowi
    ANA DEA | Sabtu, 07 Februari 2015 | 13:52 WIB            #NASIONAL

    Saat
    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (Lamhot/detikcom)

     

     
    BATAM - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti angkat bicara soal kisruh Polri vs KPK. Selain menyebut bahwa Presiden Jokowi pasti berani mengambil keputusan, Susi juga berbicara soal pengaruh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri terhadap Jokowi.

    "Tidak mungkin Pak Jokowi bisa dipengaruhi Bu Mega. Dan saya tahu Bu Mega juga tidak mungkin mempengaruhi Pak Jokowi. Mereka berdua punya kepribadian yang luar biasa," kata Susi.

    Susi menyampaikan ini saat menjadi pembicara di Konvensi Media Massa dalam rangka rangkaian acara Hari Pers Nasional di Hotel Harmoni One, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (7/2/2015). Susi didaulat menjadi pembicara untuk tema "Opportunity and Challenge of The ASEAN Economic Community 2015?".

    Selain Susi, hadir juga sebagai pembicara Rektor Universitas Paramadina, Profesor Firmanzah, Sekretaris Jenderal ASEAN, Assistent Director Finance Integration Division ASEAN Economic Community, DR Bambang Irawan, dan Wakil Ketua Umum Bidang ICT dan Penyiaran Kamar Dagang Indonesia, Didie Soewando.

    "Saya berharap saya berbicara sedikit tentang ini, supaya wartawan tidak kejar-kejar saya lagi. Mereka berdua (Jokowi dan Mega) orang-orang hebat," sambungnya.

    Terkait kisruh yang terjadi antara Polri vs KPK, Susi berharap kedua lembaga anti rasuah tersebut menjalankan tugasnya dengan membela prinsip-prinsip yang benar.

    "Yang penting Kita harap KPK menjadi lembaga anti corruption yang membela semua prinsip-prinsip yang benar, memberantaskan korupsi. Polri juga sama," ‎ujar Susi.

    Jokowi memang santer dibicarakan mendapat rongrongan dari partai pendukungnya. Pada akhir Januari lalu, Ketua Tim 9 Buya Syafii Maarif juga menyatakan bahwa pengusulan Komjen Budi Gunawan menjadi calon Kapolri bukanlah inisiatif dari Jokowi.

    Selang sepekan setelah itu, Buya Maarif juga meng‎aku telah menerima telpon dari Presiden Jokowi perihal Mantan Ajudan Megawati saat menjabat sebagai Presiden RI ke-5 itu batal dilantik. Jokowi sendiri mengaku akan merampungkan soal ini usai kunjungannya ke luar negeri.

    Sementara, Komisi Kepolisian Nasional telah mengusulkan lima nama baru untuk pengganti Komjen Budi Gunawan. Namun, banyak pihak yang mempertanyakan nama Budi Waseso yang baru dilantik kenaikan pangkat menjadi Komjen pada Kamis (5/2/2015) lalu masuk dalam bursa calon Kapolri.

     


    Sumber: news.detik.com
    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.