• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 24 Januari 2022

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Disperindag NTT akan Tertibkan Penjualan Pakaian Bekas Impor
    ALBERTO | Senin, 09 Februari 2015 | 13:37 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Disperindag
    Lapak penjualan pakaian bekas impor (Foto : Istimewa)

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT, Bruno Kupok mengatakan, pihaknya akan melakukan penertiban penjualan pakaian bekas impor karena ditemukan bakteri dalam pakaian tersebut.

     

    "Kami sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuik secepatnya melakukan penertiban di lokasi–lokasi penjualan pakaian bekas impor di beberapa daerah di daerah ini," katanya di Kupang, Senin (9/2).

     

    Menurutnya, pihaknya segera melarang penjualan pakaian bekas impor di wilayah NTT menindaklanjuti surat edaran Kementerian Perdagangan beberapa waktu lalu.

     

    Kata dia, kalau sudah ada larangan, mestinya pemerintah daerah juga mengadakan operasi. Baju bekas impor dilarang, malah semakin banyak tumbuh.

     

    "Saat ini banyak produk garmen dari Indonesia yang kualitasnya cukup bagus. Selain itu, harga pakaian produksi dalam negeri juga terjangkau oleh masyarakat," paparnya.

     

    Bruno mengimbau masyarakat untuk berhat-hati membeli atau menggunakan pakaian bekas impor yang masih dijual bebas di NTT, karena akan berdampak buruk terhadap kesehatan peggunanya.

     

    Sementara itu, pedagang pakaian bekas di Kupang, geram dan menolak kebijakan pemerintah tentang larangan penjualan pakaian bekas. Pedagang merasa dirugikan jika pemerintah melarang masyarakat untuk tidak membeli pakian bekas dengan alasan menularkan penyakit.

    Yasmin, penjual pakaian bekas di Pasar Oeba, Kota Kupang menyampaikan dengan adanya pasar pakaian bekas justru banyak masyarakat yang diuntungkan, khususnya warga yang kurang mampu. Dengan penghasilan pas-pasan, mereka dapat membeli pakaian bagus, layak pakai, dan kualitasnya cukup baik.

    "Kalau orang yang beli pakaian mahal di mal hanya mereka yang punya uang banyak. Tidak semua orang beli pakaian di toko atau mal," kata Yasmin yang ditemui pada kiesempatan terpisah.

    Dia mengatakan, pakaian bekas itu membantu warga yang kurang mampu untuk dapat membeli pakaian sesuai kemampuan mereka. Selama kurang lebih 10 tahun berdagang baju bekas di Kupang, tidak ada satu pun pembeli yang mengaku dirugikan dan mengeluh terkena penyakit seperti yang disampaikan pemerintah.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.