• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 03 April 2020

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Kerusakan Hutan di NTT Capai 15.163 Hektare
    ALBERTO | Minggu, 15 Februari 2015 | 18:38 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Kerusakan
    Kepala Dinas Kehutanan NTT, Benediktus Polo Maing

     

    Kupang, Flobamora.net - Dalam 20 tahun terakhir, kerusakan hutan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 15.163,65 hektar dari potensi hutan dan lahan seluas 2.109.496,76 hektare.

     

    Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Benediktus Polo Maing yang ditemui, Jumat (13/2) mengatakan, luas wilayah daratan di NTT mencapai 47.349,9 km persegi. Dari total tersebut hutan dalam kawasan hutan mencapai 661.680,74 hektardan di luar kawasan hutan seluas 1.447.816,02 hektar.

     

    Menurut dia, hutan merupakan komponen penting bagi bumi dalam peranannya untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Hutan melayani hampir semua kehidupan terutama bagi kepentingan umat manusia. Sehingga harus ada timbal balik dari umat manusia untuk menjaga dan melestarikan hutan sesuai peran dan kemampuan masing-masing.

     

    “NTT selalu mengalami persoalan di bidang lingkungan hidup. Salah satunya cuaca yang kadang tidak menentu. Kondisi alam seperti itu tidak perlu ditangisi. Kita berupaya untuk terus maju agar kehidupan rakyat bisa lebih sejahtera," katanya.

     

    Meski cuaca tidak menentu, kata dia, semua itu tidak menjadi kendala dalam mengolah lahan yang gersang. Terbukti ada orang NTT yang diraih kalpataru. "Saya yakin bahwa para penerima kalpataru ini menanam di atas lahan yang gersang. Ini menunjukan bahwa di mana saja lahan itu bisa ditanami," ujarnya.

     

    Kata dia, penerima kalpataru tingkat Provinsi NTT dari waktu ke waktu terus meningkat untuk berbagai Kategori Perintis Lingkungan, Kategori Pembina Lingkungan, Kategori Penyelamat Lingkungan.

     

    Menurut dia, para penerima kalpataru harus menjadi motivator dan penggerak mulai dari sekolah-sekolah hingga ke unit dan lembaga terkait di Provinsi NTT yang memiliki kepedulian dalam pelestarian lingkungan hidup.

     

    “Semua pihak, harus memerhatikan dengan serius kerusakan hutan dan perubahan fungsi lahan karena memberikan kontribusi besar bagi memburuknya perubahan iklim di Indonesia,” tambahnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.