• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 16 September 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Soal Lahan Garapan, Pengungsi Rokatenda di Pulau Besar Terkesan Plin-plan
    VICKY DA GOMEZ | Selasa, 17 Februari 2015 | 21:00 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Soal
    Kadis Kehutanan dan Perkebunan M. Daeng Bakir

     

    Maumere, Flobamora.net - Pengungsi Rokatenda yang direlokasi ke Pulau Besar Kecamatan Alok Timur terkesan plin-plan berkaitan dengan lahan garapan yang disiapkan pemerintah.

     

    “Para pengungsi terlalu banyak menuntut sehingga membuat bingung pemerintah yang mengurus lahan garapan,” kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sikka M. Daeng Bakir yang dihubungi di Gedung DPRD Sikka, Selasa (17/2).

     

    Dia  menjelaskan, awalnya pemerintah menyediakan lahan garapan yang berdekatan dengan pemukiman pengungsi. Namun lahan garapan ini ditolak pengungsi dengan alasan terlalu banyak batu yang bisa menyulitkan aktifitas perkebunan.

     

    Dengan penolakan ini, dinas lalu memindahkan lahan garapan bagi pengungsi ke lokasi lain, yang letaknya kurang lebih 500 meter dari pemukiman pengungsi. Namun lokasi yang baru ini juga ditolak dengan alasan terlalu jauh dari pemukiman, dan tidak ada air yang mengalir di lahan garapan. Terakhir, pengungsi malah meminta ke dinas untuk diberikan lahan garapan di okasi yang pertama.

     

    “Kita sudah kasih di lokasi yang dekat pemukiman ternyata mereka tolak. Lalu kita kasih lokasi yang baru mereka tolak lagi. Sekarang malah mereka berbalik minta lagi lokasi yang pertama. Kami ini mau urus bagaimana lagi?” ujarnya sedikit kesal.

     

    Dia mengatakan, pemerintah menyiapkan 132,9 hektare lahan garapan bagi pengungsi Rokatenda yang direlokasi ke Pulau Besar. Lahan garapan seluas ini disiapkan untuk 409 kepala keluarga sebagaimana data dari Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka. Setiap kepala keluarga akan menerima lahan garapan seluas 100 meter x 25 meter atau seluas 2.500 meter persegi.

     

    Hingga kini, tambahnya, pengungsi yang memanfaatkan lahan garapan baru sebanyak 36 kepala keluarga, karena yang menempati perumahan pengungsi di Pulau Besar baru 36 kepala keluarga.

     

    Dia sendiri belum tahu kapan pengungsi yang lain direlokasi ke Pulau Besar. Tentang hal ini, katanya, pihaknya akan terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan BPBD Sikka.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.