• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 17 Desember 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kejari Ende Perpanjang Penahanan Tersangka Kasus Dana Bencana Alam
    LEX | Rabu, 18 Februari 2015 | 11:07 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kejari
    Kasi Pidus Kejaksaan Negeri Ende, Alboim M.Blegur

     

    Ende, Flobamora.net - Kejaksaan Negeri Ende memperpanjang masa penahanan enam tersangka Dana Hibah Bencana Alam 2010 selama 40 hari ke depan .Sebelumnya,  keenam tersangka sudah ditahan di  Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Ende selama 20 hari,

     

    Kepala Kejaksaan Negeri Ende, Eri A Harahap melalui Kasipidus Alboin M Blegur, Selasa (17/2) mengatakan, perpanjangan penahanan keenam tersangka  itu, lebih untuk tambahan pemeriksaan baik terhadap saksi maupun mereka sendiri.  

     

    “Kami belum lakukan pelimpahan tersangka ke Pengadilan Tipikor Kupang. Kami masih perpanjang penahanan 40 hari ke depan karena masih lakukan penambahan keterangan pemeriksaan baik kepada tersangka  maupun saksi lainnya,” ujarnya.

     

    Dia memastikan, pertengahan Maret  2015, berkas pemeriksaan keenam tersangka tersebut akan diserahkan secara bersama ke Pengadilan Tipikor Kupang. Selanjutnya mereka akan dititipkan di Rutan setempat sambil menunggu persidangan.

     

    Dia mengatakan, untuk tersangka Gaspar Gatot dan Yohanes  Kota yang masa penahanan 20 hari  mulai 6 sampai 25 Januari 2015 akan diperpanjang 40 hari ke depan hingga 6 maret 2015. Keduanya adalah kontraktor yang mengerjakan proyek bronjongnisasi.

     

    “Sementara empat tersangka lainnya masing-masing Benediktus Paskalis Mbulu (PPK), Jhon Ratu Taga, Heryadi Mawardi dan Thoby Lengkong semuanya adalah kontraktor yang mengerjakan proyek normalisasi dan bronjongnisasi kali atau sungai akan diperpanjang penahan hingga 13 Maret 2015,” jelasnya.

     

    Kata dia, dalam masa perpanjangan 40 hari ke depan pihaknya melakukan pemeriksaan tambahan baik kepada tersangka maupun para saksi. “Kami ‘Bon’ mereka dari Lapas untuk diperiksa di Kejaksaan,” kata Blegur.

     

    Para tersangka, tambahnya, akan dikenai pasal 2 dan 3 Undang-Undang 31 tahun 2009 tentang Tindak Pidana Korupsi junto pasal  20 tahun 2001 tentang Pemberantas Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukuman untuk pasal 2 minimal 4 tahun dan pasal 3 minimal 1 tahun dengan maksimal hukuman 20 tahun penjara.

     

    “Sedangkan kerugian negara akibat penyimpangan tersebut, kita tunggu di pengadilan, karena sampai saat ini BPKP belum menyerahkan hasil audit. Namun untuk sementara,  jaksa pemeriksa telah meilhat adanya kerugian negara,” ucapnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.