• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 20 Oktober 2019

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Dewan Minta DKP Presentasi Kerangka Kerja Sama dengan Jateng
    ALBERTO | Jumat, 20 Februari 2015 | 10:47 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Dewan
    DPRD NTT

     

    Kupang, Flobamora.net - DPRD NTT meminta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat  mempresentasikan kerangka kerja sama yang sudah disepakti dengan Jateng, Desember lalu.


    Permintaan tersebut  mengemuka dalam rapat dengan DKP di ruang rapat Komisi II DPRD NTT, Rabu (18/2) lalu.

     

    Wakil Ketua DPRD NTT, Gabriel Beri Bina  meminta DKP NTT untuk memaparkan peta potensi yang melandasi kerja sama, dan kesiapan infrastrktur guna mendukung kerja sama dimaksud.

     

    Menurutnya, DPRD harus mengetahui kondisi infrastruktur  pelabuhan, cold stoge, pabrik es, dan kesiapan listrik untuk mendukung kerja sama tersebut.


    "Untuk pelabuhan misalnya. Kondisinya seperti apa, kita bisa rekomendasikan untuk dilakukan perbaikan atau dukungan anggaran," katanya.


    Anggota DPRD lainnya Gabriel Suku Kotan meminta DKP untuk memproyeksikan pertumbuhan ekonomi secara periodik sebagai dampak dari kerja sama tersebut. Hal ini penting dan menunjukkan adanya keseriusan dari  kerja sama tersebut.


    "Jangan sampai setelah teken MoU, janji datangkan investor, tapi jadinya investor 'akan' terus," ujar anggota DPRD NTT dari Partai Demokrat ini.


    Anggota DPRD dari PDIP Gusti Baribe berharap DKP harus memastikan kapan kerja sama itu mulai ada action di lapangan. Pasalnya MoU kerja sama sudah ditekan  pada Desember 2014 lalu.


    Sekretaris Komisi II Leonard Lelo mempertanyakan berapa besar produksi ikan, rumput laut, dan garam guna mendukung kerja sama tersebut.


    Menurutnya, bicara pemasaran hasil perikanan penting, namun harus dulu diketahui berapa banyak produksinya. Karena produksi menjadi jaminan bagi keberlanjutan kerja sama.


    Kepala DKP NTT Abraham Maulaka menjelaskan, kerja sama dengan Jateng dilakukan untuk perikanan tangkap, rumput laut, dan industri garam.


    "Dalam kerja sama ini Jateng menyiapkan investor untuk pabrik pengelohan ikan, rumput laut, dan garam. Barang yang dikirim ke luar nanti sudah dalam keadaan setenga jadi, bukan barang mentah," terangnya.


    Soal kesiapan infrastruktur, dia mengatakan dibutuhkan dua pelabuhan untuk menampung hasil produksi yakni di Kupang dan di Maumere, Kabupaten Sikka.


    Selain itu dibutuhkan kapal berkapasitas 500 GT (gross tanage) untuk angkutan antarprovinsi dan antarkabupaten yang berkapasitas 50-60 GT.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.