• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 30 November 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Masyarakat Kabupaten Ende Diimbau Waspadai Calo TKI
    LEX | Minggu, 22 Februari 2015 | 12:10 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Masyarakat
    Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Ende, Agustinus Wale Wae

     

     

    Ende, Flobamora.net - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupten Ende, Agustinus Wale Wae mengimbau masyarakat atau calon TKI di daerah itu untuk lebih berhat-hati dan mewaspadi para calo.

     

    “Masyarakat jangan terjebak dengan janji-janji muluk para calo sehingga mau mengikuti ajakan untuk bekerja di luar negeri. Jika ingin ke sana, ikuti prosedur resmi melalui PPTKIS yang diakui pemerintah,” kata Wale Wae di Ende, Sabtu (21/2).

     

    Menurutnya, sembilan dari 14 Perusahan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) yang pernah beroperasi di wilayah itu, saat ini sudah tidak tedaftar lagi di  Dinas Nakretrans Kabupaten Ende dan tinggal lima  yang masih aktif.

     

    Dia menyebutkan, lima PPTKIS yang masih aktif dan memiliki kantor di Kabupaten Ende adalah PT. Anugerah Usaha Jaya, PT. Mitra Karya Sarana Nusa, PT Bumi Mas Indonesia Mandiri, PT Graha Indrawan Perkasa dan PT Berkah Guna Selaras.

     

    “Saat direkrut, masyarakat hendaknya lebih selektif meminta perekrut atau agen menunjukan dokumen resmi PPTKIS dan terdaftar di Dinas Nakertrans agar menghindari penipuan,” tegasnya.

     

    Dia menuturkan, munculnya kasus human trafficking yang kian marak belakangan ini , lantaran calon TKI yang hendak berangkat ke luar daerah atau luar negeri tidak mengantongi dokumen resmi.

     

    Berdasarkan data yang ada , kata dia, pada tahun 2014 lalu, jumlah TKI dari Kabupaten Ende yang berangkat bekerja le luar negeri melalui jalur resmi sebanyak 48 orang dengan lima negara tujuan. Rinciannya,  Abudhabi sebanyak delapan orang, Oman 18,Singapura delapan , Malaysia tujuh dan Bahrain lima orang.

     

    Jumlah itu yang tercatat resmi. Mungkin juga ada calon TKI dari Kabupaten Ende yang direkrut melalui  PPTKIS di kabupaten lain, karena biasanya mereka mengurus surat keterangan dari desa atau kelurahan, ujarnya.

     

    Dia juga tidak menampik adanya pengiriman TKI secara Ilegal. Namun, pihaknya terus-menerus melakukan sosialisasi ke desa dan kelurahan bahkan ke sekolah-sekolah menengah agar masyarakat jangan menjadi calon TKI illegal, yang pada akhirnya menyengsarakan mereka sendiri. ***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.