• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 30 November 2021

     
    Home   »  Nasional
     
    Menanti Eksekusi, Wanita Terpidana Mati Itu Memeluk Kedua Putranya
    ANA DEA | Senin, 23 Februari 2015 | 16:53 WIB            #NASIONAL

    Menanti
    Ilustrasi heroin

     

     
    YOGYAKARTA — Mery Jane, terpidana mati kasus penyelundupan heroin seberat 2,6 kilogram, terlihat gembira ketika dikunjungi oleh keluarganya. Bahkan, perempuan warga negara Filipina itu sempat bermain bersama kedua buah hatinya.

    "Mery Jane tampak senang melihat keluarganya berkunjung," ujar Anggraeni, jaksa penuntut umum kasus Mery Jane, yang turut menemani keluarga ke Lapas Wirogunan, Senin (23/2/2015).

    Menurut Anggraeni, Mery sempat bermain bersama dengan kedua buah hatinya, Mark Daniele dan Mark Daren. Beberapa kali terlihat Mery memeluk kedua putranya itu. "Kelihatan kangen, Mery sempat bermain-main. Beberapa kali Mery memeluk putranya," ucap dia.

    Anggraeni pun mengungkapkan, selain didampingi keluarga, Mery pun didampingi staf Kedutaan Filipina untuk Indonesia. Dalam kesempatan itu, staf Kedutaan Filipina mengaku menghargai hukum yang berlaku di negara Indonesia dan tidak akan mencampurinya. Namun, kedutaan meminta eksekusi mati tersebut bisa ditunda.

    Kunjungan keluarga pada Kamis (19/2/2015) sampai dengan Sabtu (21/2/2015) kemarin merupakan yang kedua kalinya. Pertama kali keluarga pernah mengunjungi ketika Mery berada di Lapas Narkotika Kelas II A Pakem, Sleman.

    Sementara itu, Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi DIY, Tri Subardiman, menegaskan, pihaknya hanya mendampingi keluarga berkunjung ke Lapas Wirogunan. "Jaksa hanya mendampingi, itu hari Kamisnya," ucap dia.

    Seperti diberitakan, Mery Jane ditangkap di Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta, pada 24 April 2010 silam karena membawa 2,622 kilogram heroin. Pengadilan Negeri Sleman menjatuhkan hukuman mati karena Mery terbukti melanggar Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

     


    Sumber: Kompas.com
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.