• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 29 Maret 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Dewan Minta Pemkab Ende Hentikan Pembangunan Tugu Jam
    LEX | Jumat, 27 Februari 2015 | 14:24 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Dewan
    Pembangunan Tugu Jam di Simpang Lima Kota Ende

     

    Ende, Flobamora.net - Kalangan DPRD Kabupaten Ende meminta pemerintah daerah setempat menghentikan pembangunan Tugu Jam yang kini tengah di bangun di simpang Lima.

     

    “Kami meminta pemerintah menghentikan pembangunannya karena sangat rawan terhadap kecelakaan lalu lintas dan tidak menunjukkan nilai historisnya,” kata Anggota DPRD Ende Mikhael Tani Badeoda, Jumat (27/2).

     

    Menurutnya, pembangunan tugu jam yang terletak di pintu masuk Bandara Haji Hasan Aroeboesman dikhawatirkan akan membahayakan pengguna kendaraan bermotor, menghalangi jarak pandang ketika hendak melintasi perlimaan tersebut.

     

    Anggota DPRD Ende dari Fraksi Demokrat ini mengatakan, sebelum terlambat dia sekali lagi meminta pemerintah untuk menghentikan pembangunan Tugu Jam.

     

    Bupati Ende Marselinus YW Petu yang ditemui pada kesempatan terpisah membenarkan adanya pembangunan Tugu Jam tersebut. Dia juga mengakui pembangunan tugu tersebut tanpa melalui kajian keamanan lalu lintas. Pembangunan Tugu tersebut dananya dari Coorporate Social Responsibiilty (CSR) BRI.

     

    “Menurut saya jika alasan takut akan terjadi kecelakaan, yang perlu diperhatikan adalah ketertiban dalam berlalu lintas. Jika pengendara tertib, biarpun ada tugu, tidak mungkin terjadi kecelakaan,” ujarnya.

     

    Dia juga mengatakan, tugu atau patung yang dibangun di beberapa perempatan jalan, hingga sekarang aman dan tidak menimbulkan kecelakaan. Dia menengarai jangan sampai ada faktor like and dislikes terhadap pembangunan tugu tersebut atau ada motif lain dari ‘penolakan’ pembangunan Tugu Jam.

     

    Sementara itu, anggota dewan lainnya, Antonius Yohanes Bata mengatakan, bukan saja menggangu jarak pandang, pembangunan tuga jam juga tidak ada nilai estetika dan historis. Dia bahkan mempertanyakan arti dan manfaat tugu tersebut.

     

    “Di situ sudah ada Monumen Pancasila yang memiliki arti sejarah, kini ditambah lagi dengan tugu jam. Apa nilai historisnya dari tugu itu. Dari sisi estetikanya juga tidak ada. Jangan sampai nilai historis Monumen Pancasila di simpang lima tertutup dengan hadirnya Tugu Jam,” tuturnya.

     

    Pantauan Flobamora.net, Jumat (27/2), pembangunan tugu tersebut masih berlangsung dengan dana dari CSR Bank Rakyat Indonesia. ***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.