• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 26 Mei 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Tiga Anak Waidoko Mesti Jalani Cangkok Sumsum Tulang Belakang
    VICKY DA GOMEZ | Minggu, 01 Maret 2015 | 16:26 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Tiga
    Dokter spesialis anak, Mario Nara

     

    Maumere, Flobamora.net - Sudah hampir delapan tahun tiga orang anak di Waidoko, Kelurahan Wolomarang menanggung derita penyakit kelainan darah atau dalam bahasa medis disebut dengan anemigrafis thalasemiaminor. Tidak ada pilihan lain bagi ketiga anak ini selain menjalani cangkok sumsum tulang belakang.

               

    Dokter spesialis anak di RSUD TC Hillers Maumere, Mario Nara mengatakan selama kurun waktu beberapa tahun ini ketiga anak tersebut sudah sering kali keluar masuk RSUD TC Hillers untuk mendapatkan perawatan. Namun perawatan yang diberikan oleh pihak rumah sakit hanya bersifat supportif saja, antara lain dengan tranfusi darah dan memberikan makanan tambahan bergizi. Perawatan yang bersifat supportif seperti itu tidak akan memberikan bantuan yang maksimal untuk keberlangsungan kesehatan mereka.

     

    “Kami tidak bisa berbuat lain, hanya bisa support saja. Anak-anak ini mesti menjalani cangkok sumsum tulang belakang di rumah sakit yang fasilitasnya lebih menunjang. Dan untuk (cangkok sumsum tulang belakang) ini butuh biaya yang besar. Keluarga ini kesulitan dana,” ujarnya.

     

    Sofia Melfi, ibu dari ketiga anak yang mengalami kelainan darah itu mengaku tidak punya cukup biaya untuk melakukan cangkok sumsum tulang belakang. Dia mengatakan untuk membawa anak-anaknya ke RSUD TC Hillers Maumere sekedar mengecek kesehatan saja dia kesulitan uang, apalagi jika anak-anaknya harus menjalani cangkok sumsum tulang belakang.

     

    “Saya tidak punya apa-apa, saya hanya pembantu rumah tangga yang tidak punya uang. Kalau datang ke sini saja setiap dua atau tiga bulan, itu pun kalau ada uang. Ini saja dijemput oleh perawat rumah sakit,” tuturnya dengan mata beriak. 

     

    Janda ditinggal suami ini berharap mendapat bantuan semacam donasi dari pihak-pihak yang peduli dengan kondisi kesehatan anak-anaknya. Dari hari ke hari dia hanya memohon pertolongan Tuhan agar mendapatkan donatur yang bisa meringankan beban penderitaan yang dia dan anak-anaknya alami.

     

    Tiga anak yang terserang penyakit kelainan darah itu adalah Febriyanti Dolorosa (12 tahun), dan dua adik kembarnya Maria Sefira dan Maria Safdina (8 tahun). Febriyanti Dolorosa mulai terserang penyakit ini sejak usia 4 tahun atau sekitar tahun 2007, sedangkan dua anak kembar mulai terserang sejak usia 2 tahun atau sekitar tahun 2009.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.