• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 01 November 2020

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Pembangunan PLTU di Rote Ndao Tetap Berlanjut
    RISKY ALBERTO | Selasa, 03 Maret 2015 | 19:07 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Pembangunan
    General Manajer PLN NTT, Richard Safkaur

     

     

    Kupang, Flobamora.net -Pembangunan PLTU 2x3 Mega Watt (MW) di Kecamatan  Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao tetap berlanjut. Saat ini pelaksanaannya sedang tertunda karena kontraktor pelaksana mengalami kesulitan finansial akibat fluktuatifnya nilai kurs.

     

    “Melemahnya nilai rupiah dan sebaliknya menguatnya nilai dolar Amerika Serikat (AS), yang berlangsung sampai saat ini membuat kontraktor pelaksana sangat terpukul. Apalagi lebih dari 70 persen material PLTU berasal dari luar negeri yang harus dibeli dengan mata uang dolar AS. Struktur pembiayaan dalam kontrak sudah tidak masuk lagi,”  kata General Manager PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Richard Safkaur, saat menerima kunjungan  Anggota DPD RI, Ibrahim Agustinus Medah, Senin (2/3).

     

    Medah menemui pimpinan PLN Wilayah NTT sehubungan dengan pertanyaan masyarakat Rote Ndao kepadanya tentang kelanjutan pembangunan PLTU di Rote saat dia melakukan kunjungan kerja ke sana. Usai mendapat penjelasan dari Safkaur, Medah bisa memahami kondisinya.

     

    Safkaur menjelaskan, pembangunan PLTU di NTT merupakan tanggung jawab PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) XI, yang berkantor di Mataram, Nusa Tenggara Barat. UIP XI membawahi Provinsi NTT dan NTB.

     

    “ Proyek-proyek UIP XI di daratan Timor, Rote dan Alor, menjadi kewenangan Unit Pembangunan Kontruksi (UPK) 1. Saat ini UPK 1 mengawasi pembangunan PLTU 2x3 MW di Rote dan Alor,” tuturnya.

     

    Kepada Medah, Safkaur juga meyakinkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan General Manager PLN UIP XI. Pihak PLN UIP XI telah menyampaikan kondisi PLTU di Rote dan telah dibahas dengan kontraktor pelaksana.

     

    Menurut dia, masalah finansial sudah dicarikan solusinya, dan bila dananya telah tersedia prioritas akan digunakan untuk membayar hak-hak pihak subkontraktor dan pihak lainnya.

     

    “Mungkin dalam waktu dekat ini, pelaksanaan pembangunan PLTU Rote akan dilanjutkan lagi,” ujar Safkaur.

     

    Pentingnya pembangunan PLTU di Rote, lanjut Safkaur,  pulau Rote adalah bagian dari garda terdepan NKRI yang mendapat perhatian strategis pembangunan infrastruktur publik, seperti listrik, telekomunikasi. 

     

    Dari aspek kelistrikan, paparnya, PLTU dibangun untuk perbaikan dan peningkatan  pelayanan sesuai dengan dinamikan perekonomian Rote. PLN Wilayah NTT juga akan menambah pembangkit diesel, sebagai bentuk konkrit atensi PLN kepada masyarakat yang berdiam di wilayah perbatasan.

     

    Anggota DPD RI, Drs. Ibrahim Agustinus Medah juga mendapat banyak informasi yang berkaitan dengan kondisi kelistrikan di NTT saat ini dan rencana penyediaan energi listrik ke depan untuk Provinsi NTT.

     

    Medah berjanji akan menjelaskan masalah pembangunan PLTU Rote kepada masyarakat yang menanyakannya.***

     


    Sumber: Humas PLN Wilayah NTT
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.