• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 27 November 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Warga Binaan Lapas Wanita Kupang Ikut Pelatihan Menenun
    ALBERTO | Rabu, 04 Maret 2015 | 11:52 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Warga
    Lapas wanita Kupang

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Sebanyak 54 warga binaan Lapas Wanita Kelas III Kupang mengikuti pelatihan menenun kerja sama lembaga tersebut dengan Sentra Tenun Ikat Ina Ndao.

     

    Gubernur Frans Lebu Raya pada pembukaan kegiatan tersebut , Selasa (3/2) memberikan apresiasi dan dukungan terhadap pelatihan ini.

     

    Pelatihan menenun dimaksud, memberi keterampilan kepada warga binaan, sehingga setelah selesai masa tahanan, menenun dapat membantu meningkatkan pendapatan,” katanya.

     

    Dia mengingatkan warga binaan untuk fokus bekerja, berusaha, mencari kesibukan sehingga tidak terjebak terhindar dari pelanggaran hukum, norma sehingga tidak kembali lagi ke Lapas.

     

    Menurutnya, untuk mendukung industri tenun ikat di daerah ini pemerintah sejak belasan tahun terakhir mewajibkan jajaran PNS memakai baju tenun dua kali dalam seminggu yaitu setiap Rabu dan Kamis.

     

    Kebiasaan ini merupakan salah satu cara untuk menjaga dan melestarikan warisan leluhur  dalam hal ini tenun ikat agar tetap lestari,” tuturnya.

     

    Lebu Raya mengharapkan komitmen semua penghuni Lapas agar mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh sehingga memiliki bekal keterampilan menenun setelah meninggalkan tempat itu.

     

    Ikan di laut apabila ditangkap dengan om, lama kelamaan akan punah. Pohon jika ditebang sembarangan juga pasti akan habis. Tetapi yang tidak bisa punah adalah kreasi dan inovasi. Untuk itu harus berani keluar dari kebiasaan dengan berkreasi dan berinovasi, tambahnya.

     

    Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM NTT, Dahlan Pasaribu, dalam sambutannya  menyatakan, mengapa menenun yang dipilih?, kerajinan tenun merupakan aset yang luar biasa. Selain unik dan beragam motifnya, kain tenun tidak luntur, lentur, ringan dan dapat dibuat menjadi pakaian, tas, sepatu.

     

    Oleh karena itu, dia meminta para peserta manfaatkan kesempatan ini untuk menggali pengetahuan praktis yang berguna untuk pengembangan diri.

     

    Pembinaan Lapas tidak dapat berjalan baik tanpa bantuan dan kerja sama dari pemerintah. Besar harapan, agar pemerintah dari hari ke hari semakin mendukung pembinanaan warga binaan Lapas Wanita Kupang,” ujarnya.

     

    Dia menambahkan, sebelumnya Lapas Wanita Kupang  juga melakukan kerja sama dengan pemerintah Kota Kupang melalui Bidang Pendidikan Luar Sekolah.

     

    Hadir pada kesempatan itu, Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno, Ketua Dekranasda, Lusia Adinda Lebu Raya, Kadis Perindustian dan Perdagangan Provinsi NTT, Bruno Kupok dan yang mewakili Ketua DPRD Kota Kupang, Yoseph Jemari Dogon.***


     


    Sumber: Humas Setda Provinsi NTT
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.