• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 31 Oktober 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Astaga ! Nelayan ini Harus Bayar Tagihan Listrik Rp 3 Juta
    VICKY DA GOMEZ | Rabu, 04 Maret 2015 | 18:43 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Astaga
    Aksi GMNI Cavang Sikka di PLN Maumere

     

     

    Maumere, Flobamora.net - Lasarus Noeng, salah seorang pelanggan listrik yang berdomisili di Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur sempat terperanjat kaget di loket pembayaran listrik.

     

    Biasanya tiap bulan dia membayar antara Rp 100.000 sampai Rp 150.000, tetapi bulan Januari 2015 rekening listriknya menjadi Rp 3.154.000.

               

    “Pada Sabtu (21/2) lalu saya ke loket pembayaran listrik untuk bayar penggunaan listrik Januari 2015. Petugas menyerahkan print out rekening sebesar Rp 3.154.000, langsung saya kaget sekali. Padahal biasanya tiap bulan saya bayar antara Rp 100.000 sampai Rp 150.000. Saya bingung  kenapa kenaikan biaya listrik begitu tinggi sekali. Lalu saya tidak bayar, dan terus pulang,” jelas Lasarus di Kantor PLN Maumere, Rabu (4/3).

               

    Dua hari sesudahnya, nelayan yang berpenghasilan tidak tetap ini mendatangi Kantor PLN Maumere untuk mempertanyakan persoalan yang dialaminya.

     

    Di kantor ini dia bertemu dengan salah seorang pegawai, dan sempat ditunjukkan rekening pembayaran, masih dengan angka Rp 3.154.000. Pegawai ini beralasan terdapat penumpukan jumlah biaya yang belum terbayar selama kurang lebih enam bulan.

     

    Dia mencontohkan, pelanggan harus membayar Rp 200.000 tetapi pada rekening tertulis angka Rp 150.000, sehingga kekurangan pembayaran sebanyak Rp 50.000.

     

    “Kekurangan pembayaran ini terus menumpuk yang mengakibatkan munculnya akumulasi tagihan dalam jumlah yang lebih besar. Alasan lain yang disampaikan yakni terjadi kesalahan pencatatan oleh pihak ketiga yang ditugaskan PLN Maumere untuk pencatatan meteran,” kata Lasarus mengutip penjelasan pegawai tersebut. 

               

    Tidak puas dengan penjelasan pegawai ini, dua hari kemudian Lasarus kembali mendatangi Kantor PLN Maumere. Tetapi PLN justeru mengarahkan pelanggan ini bertemu CV Prima Teknik selaku pihak ketiga yang tugasnya mencatat meteran pelanggan. Lasarus berhasil bertemu seorang pencatat meteran bernama Tagor.

     

    Petugas pencatat meteran ini menegaskan, agar dia harus segera membayar tagihan rekening sebesar Rp 3.154.000 sesuai hasil pencatatan dan data yang ada pada PLN Maumere. Tagor juga mengancam akan memutuskan sambungan listrik jika pelanggan tidak bersedia membayar sesuai tagihan.

     

    Beberapa hari kemudian dia mendatangi lagi Kantor PLN Maumere. Kali ini dia didampingi aktifis GMNI Cabang Sikka. Dari hasil mediasi ini, terungkap manajemen PLN mengakui terjadinya kesalahan administrasi dimana Tagor sebagai pencatat meteran tidak bekerja maksimal.

     

    Tagor tidak turun ke lapangan dan hanya menerka-nerka saja beban yang harus dibayar pelanggan. PLN Maumere tetap bersikeras biaya Rp 3.154.000 tersebut dibebankan ke pelanggan.

     

    Karena tidak ada solusi yang jelas, Rabu (4/3) siang tadi GMNI Sikka bersama Laurens melakukan aksi damai ke Kantor PLN Maumere. Mereka mengusung sebuah spanduk besar bertuliskan “Berantas Mafia Listrik”. Lasarus memegang salah satu ujung spanduk yang diikatkan pada sebuah tiang. Pada tiang itu diikatkan juga bendera nasional berwarna merah putih.

     

    Aktifis GMNI Sikka melakukan orasi di halaman Kantor PLN Maumere kurang lebih selama satu jam. Mereka mengecam kinerja manajemen PLN Maumere yang dinilai tidak profesional dan terkesan adanya praktik-praktik mafia. Aktifis mahasiswa ini mendesak Manajer PLN Cabang Flores Bagian Timur, Elpis J. Sinambela mengundurkan diri saja.

     

    Usai berorasi GMNI Sikka langsung menuju Gedung DPRD Sikka untuk menyampaikan hal yang sama kepada para wakil rakyat. Di Gedung DPRD Sikka mereka diterima oleh Ketua DPRD Sikka Rafael Raga dan sejumlah anggota lainya.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.