• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 13 Mei 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kasat Reskrim Ngaku Tidak Tahu Dugaan Korupsi Pembangunan Gudang Veem
    VICKY DA GOMEZ | Kamis, 05 Maret 2015 | 17:13 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kasat
    Kasat Reskrim Polres Sikka, Hendry S. Sianipar

     

     

    Maumere, Flobamora.net - Kasat Reskrim Polres Sikka, Hendry S. Sianipar mengaku tidak tahu tentang dugaan korupsi Pembangunan Gudang Veem dan Pelataran Parkir di Kabupaten Sikka. Hal ini dirasa aneh oleh sejumlah wartawan, pasalnya kasus ini pernah disidik penyidik Polres Sikka.

               

    “Saya tidak tahu kalau di sini pernah ada kasus dugaan korupsi gudang veem. Yah, saya baru beberapa bulan di sini, dan belum dapat informasi tentang (kasus) ini. Kalau teman-teman wartawan punya data tolong sampaikan ke saya,” ungkap Hendry S. Sianipar kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (2/3) lalu.

               

    Menjawab Flobamora.net, Hendry S. Sianipar mengatakan ketika bertugas di Polres Sikka dia tidak menerima memori kasus dari pejabat sebelumnya. Menurut dia, mestinya dia mendapatkan memori kasus sehingga dia tahu kasus-kasus apa saja yang belum diselesaikan oleh pejabat-pejabat sebelumnya.

               

    Soal ketidatahuan kasus dugaan korupsi Pembangunan Gudang Veem dan Pelataran parkir ini, pernah juga diutarakan oleh Kasat Reskrim Faisal Fetsy sekitar Juli 2013 lalu. Dengan pernyataan terus terang dari Hendry S. Sianipar mengindikasikan kasus dugaan korupsi ini bisa saja sudah hilang dari proses hukum.

               

    Data yang dihimpun Flobamora.net, kasus ini sudah disidik Polres Sikka sejak tahun 2010 yang lalu. Penyidik telah memeriksa 11 orang saksi yang dianggap mengetahui kasus ini yaitu Robertus Lameng, Endang Sri Sumartin, Fred K. Djen, Stanislaus, Yance Padeng, Paskalis Fernandez Bello, Simon Petrus, Gaudensius Nong Pio, Dominikus Dion, Cindranata Nikolai, dan Muhamad La’adi.

     

    Paling kurang kasus ini telah menyita perhatian tiga orang Kapolres Sikka, dari Agus Supriyatno, Ghiri Prawijaya, dan kini Budi Hermawan, dan juga tujuh orang Kasat Reskrim, dari Samuel Simbolon, Thobias Tamonob, Arif Sadikin, Ahmad, Faisal Fetsy, Wirhan Arif dan kini Hendry S. Sianipar.***


     




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.