• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 31 Oktober 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pembangunan Jembatan Raasali Tidak Selesai, Kadis PU "Diadili" DPRD Sikka
    VICKY DA GOMEZ | Kamis, 05 Maret 2015 | 17:24 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pembangunan
    Kadis PU, Pertambangan dan Energi Kabupaten Sikka, Fred K. Djen pada rapat dengar pendapat

     

     

    Maumere, Flobamora.net, - Pada tahun 2014 lalu cukup banyak proyek di Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi Kabupaten Sikka yang mengalami masalah putus kontrak. Salah satunya adalah pembangunan Jembatan Ra’asali di Kecamatan Tanawawo. Gara-gara proyek ini tidak selesai, Kadis PU Fred K. Djen “diadili” DPRD Sikka dalam rapat dengar pendapat, Kamis (5/3).

               

    Rapat dengar pendapat ini dihadiri sejumlah anggota DPRD dan dipimpin Wakil Ketua DPRD Sikka Donatus David didampingi Wakil Ketua DPRD Fransiskus Stephanus Say. Selain agenda pembangunan Jembatan Ra’asali, rapat dengar pendapat ini juga membahas agenda pembangunan ruas jalan Wolowiro-Pantai Koka yang juga tidak selesai pengerjaan, persiapan pelaksanaan proyek pada tahun 2015, serta evaluasi pelaksanaan proyek pada tahun 2014.

               

    Informasi awal yang disampaikan Fred K. Djen, pembangunan Jembatan Ra’asali putus kontrak dengan realisasi keuangan sebesar 30% dan realisasi fisik sebesar 63%. Nilai kontrak pembangunan proyek ini adalah Rp 1.564.860.000, yang pengejaannya dilaksanakan CV Duta Karya dengan Direktur, Abdul Kato.

               

    Antonius Henderikus Rebu, anggota Fraksi Partai Golkar menyampaikan kekecewaannya atas tidak terselesaikan pembangunan jembatan ini. Padahal, katanya, masyarakat di sekitar wilayah itu sangat membutuhkan sarana transportasi untuk memudahkan dinamika kehidupan sosial di wilayah itu. Dia sangat pesimis pembangunan jembatan bisa dilanjutkan sampai selesai.  

     

    Dia menuding perencanaan terhadap pembangunan jembatan ini tidak dilakukan dengan baik dan matang. Alasannya, jika pembangunan jembatan terus dilanjutkan maka akan langsung bersinggungan dengan hamparan sawah milik petani di situ. Sebelum menabrak hamparan sawah, jembatan ini juga akan mengganggu batu mahe yang diyakini masyarakat sebagai bagian dari kearifan lokal.

               

    Sementara Ketua Fraksi Partai Hanura, Marsel Sawa menilai proyek ini bermasalah bukan karena persoalan lahan masyarakat, tetapi lebih diakibatkan oleh kinerja Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi. Dia meminta dinas ini melakukan telaahan ulang untuk kemudian diusulkan pembangunan lanjutan melalui mekanisme anggaran mendahului perubahan.

               

    Fred K. Djen menjelaskan pihaknya akan memproses ulang pengerjaan lanjutan pembangunan Jembatan Ra’asali dengan meminta persetujuan anggaran mendahului perubahan. Dia meyakini pengerjaan jembatan ini akan diselesaikan pada tahun 2015 ini.

               

    Tentang masalah lahan masyarakat yang menjadi kendala, dia beralasan akan diselesaikan. Demikian pun soal batu mahe yang menjadi kepercayaan masyarakat setempat, pihaknya sudah memperhitungkan dan mengambil langkah untuk menggeser ruas jalan sehingga batu mah itu tidak akan berada pada badan jalan.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.