• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 27 Januari 2022

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    GMNI Sikka Sebut Ada Mafia Listrik di PLN Maumere
    VICKY DA GOMEZ | Kamis, 05 Maret 2015 | 19:21 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    GMNI
    Aksii GMNI Cabang Sikka di Kantor PLN Cabang Flores Bagian Timur

     

     

    Maumere, Flobamora.net, - Aktifis GMNI Sikka, Rabu (4/3), melakukan aksi damai di Kantor PLN Cabang Flores Bagian Timur. Dalam orasi sejumlah aktifis mahasiswa tersebut, para orator menyebut terdapat mafia listrik di institusi itu. Karena itu mereka mendesak agar para mafia listrik segera diberantas dari Kabupaten Sikka.

               

    Mafia listrik yang dimaksudkan GMNI Sikka ini dikaitkan dengan keluhan seorang pelanggan atas nama Laasarus Noeng yang beralamat di Jalan Sudirman, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur. Pelanggan ini biasanya setiap bulan membayar rekening listrik berkisar antara Rp 100.000 sampai Rp 150.000, tetapi pada Februari 2015 ini dia disodorkan rekening tagihan sebesar Rp 3.154.000.

               

    Ketua GMNI Sikka Fred M. Toda mengatakan membengkaknya tagihan rekening listrik per Feburari 2015 yang dialami Lasarus Noeng mengindikasikan masih adanya praktik-praktik mafia di tubuh PLN Maumere. Bisa jadi, katanya, masih ada banyak pelanggan yang mengalami hal yang sama.

               

    “PLN beralasan karena ada penumpukan biaya yang belum dibayar oleh pelanggan. Pertanyaan kita, penumpukan biaya itu datangnya dari mana? Kan selama ini pelanggan membayar sesuai tagihan rekening, berarti logikanya tidak ada penumpukan biaya. Kalau kita pikir secara akal sehat, (argumentasi PLN) sangat tidak wajar. Alasan lain dari PLN bahwa ini kesalahan petugas pencatat meteran. Kalau itu menjadi kesalahan dia, yah bebankan biaya itu kepada pencatat meteran, jangan kepada pelanggan,” seru Fred M. Toda.

               

    Dari persoalan ini, GMNI Sikka mendesak agar PLN Maumere segera meminta pertanggungjawaban CV Prima Teknik selaku pihak ketiga yang bertugas melakukan pencatatan meteran. Salah satu bentuk pertanggungjawaban yakni dengan membayar tagihan rekening sebesar Rp 3.154.000, dan tidak boleh dibebankan kepada pelanggan.

               

    Pada aksi damai di Kantor PLN Maumere Rabu (4/3) kemarin, aktifis GMNI Sikka membentangkan sebuah spanduk yang bertuliskan “Berantas Mafia Listrik”. Lasarus Noeng sebagai pelanggan yang menjadi korban ikut dalam aksi ini. Aksi ini mendapat simpati dari banyak pihak, terutama masalah listrik di Kabupaten Sikka yang sering kali mati hidup hampir setiap hari.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.