• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 18 Juni 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Terkait Kasus Pembunuhan Lorens Wadu, Harapan Masyarakat Lembata Harus Didengar
    ALBERT R. | Minggu, 26 Januari 2014 | 15:41 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Terkait
    Ilustrasi Logo Polisi

     

     
    Kupang, Flobamora.net - Tokoh masyarakat Lembata, Petrus Boliona Keraf menegaskan, harapan masyarakat agar kasus ini diproses ulang karena penanganan selama ini ditengarai penuh dengan rekayasa , harus didengar oleh Pimpinan Polri.

    “Masyarakat Lembata ingin hidup aman dan damai. Penanganan kasus kematian Lorens Wadu yang penuh dengan rekayasa itu telah membuat masyarakat di sana hidup tidak nyaman.  Kepolisian harus bisa menangani dengan hati yang bersih untuk mengungkapkan sipa sebenarna pelaku pembunuhan berencanan itu,” katanya di Kupang, dua hari lalu.

    Menurut mantan Ketua DPRD Lembata ini, sudah dua kali kasus pembunuhan berencana  yang terjadi di Lembata. Pembunuhan pertama yang dialami almarhum Yohakim Langoday juga ada kesan penanganannya penuh rekayasa. Dan pembunuhan kedua pada pertengahan tahun lalu terhadap almarhum Lorens Wadu ditengarai juga penuh dengan rekayasa.

    “Saya ini orang tua di Lembata dan saya ikuti kasus kedua ini dengan sangat intens, melakukan diskusi dengan berbagai pihak dan termasuk Kapolres Lembata yang baru bertugas dua bulan lebih ini. Saya dapatkan sejumlah hal yang memang mengarah pada sebuah permainan menuh rekayasa untuk meindungi pelaku sebenarnya. Ini yang terjadi di Lembata, karena itu kami minta, penyidik Polri untuk tidak main-main dalam penanganan kasus ini,” tegas mantan penjabat Bupati Lembata ini.

    Sementara itu, Pater Michael Pruhe, OFM mengatakan, setelah kasus ini mencuat, berbagai pihak di Jakarta menaruh perhatian yang amat besar terhadap kasus yang dinilai penuh dengan rekayasa ini. Karena itu berbagai elemen di Jakarta bergabung membentuk Koalisi Penegak Keadilan dan Kebenaran (KPK2).

    Dia menjelaskan KPK2) ini terdiri dari, Komisi Justice, Peace and Integrity of Creation OFM (JPIC-OFM Indonesia), JPIC South of Oceania (FPIC SAAOC), Komisi Nasional untuk orang hilang dan korban tindak pidana kekerasan (KontraS), The Indonesian Human Rights Monitor (Imparsial), Keluarga Besar Lembata (IKB) di Jakarta, Forum Pemuda Peduli Lembata (FPPL) di Jakarta, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Wahli).

    Selain itu, ada Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), VIVAT Indonesia, Forum Pemuda  NTT Penggerak Perdamaian dan Keadilan (Formadda NTT), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Institute for Ecosoc Rights, Forum Advokat Manggarai Raya (Famara),  Papuan Voice, Daya Vioce, Tombo Manggarai, Kapas, Pax Romana, Indonesian Networking fo Papua, Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) dan Forum Masyarakat Maluku (Formama).

    Sikap KPK2 ini kata Pastor Mikhael, mengutuk keras pembunuhan berencana di Lembata terutama penanganannya yang penuh dengna rekayasa. KPK2 ini telah melakukan berbagai investigas di lapangan dan menemukan berbagai kejanggalan yang dilakukan oknum penyidik dalam penanganan kasus ini.

    “Kami tidak ingin agar kasus ini ditangani dengan penuh rekayasa dan dengan sengaja untuk melindungi pelaku utama pembunuhan ini. Ini sikap kami, karena itu Pak Kapolda harus  bisa menelusuri kasus ini dengan sungguh-sunggh,” tegasnya.

    Menurut data dan fakta yang dimiliki KPK2, lanjut Mikhael Pruhe, terangka dan terdakwa yang sedang ditahan baik di Rutan Lewoleba maupun di sel tahanan Polres Lembata, bukanlah pelaku yang sesungguhnya. Mereka hanyalah korban dari sebuah permainan besar yang sedang dimainkan aparat peyidik Polres Lembata.

    “Kami berharap, apa yang disuarakan ribuan masyarakat Lembata dalam demonstrasi di halaman Mapolres Lembata Senin lalu harus disikapi sesegera mungki agar masyarakat bisa mengetahii dengan jelas kasus ini. Kami minta segera ditindak lanjuti,” katanya.

    Menurut Mikhael, masyarakat Lembata menghendaki Kapolda untuk hadir di Lembata biar hanya sebentar saja untuk memberikan berbagai klarifikasi dan penjelasan terhadap keinginan dan tuntutan masyarakat itu.***

     




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.