• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 01 Juni 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    GMKI Kupang Galang Dana untuk Korban Lumpur Semau
    ALBERTO | Selasa, 10 Maret 2015 | 15:14 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    GMKI
    Semburan lumpur dingin di Semua, Kabupaten Kupang (foto : istimewa)

     

    Kupang, Flobamora.net - Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kupang menggalang dana untuk warga korban semburan lumpur di Holain, Desa Uiasa, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

     

    Aksi penggalangan dana itu berlangsung selama dua hari di Kupang yakni, Selasa 10 Maret hingga Rabu 11 Maret 2015. "Targetnya selama dua hari dananya Rp 10 juta. Sekarang dananya belum bisa dipastika karena kotaknya belum dibuka," kata Ketua GMKI Kupang, Melkianus Suni, Selasa (10/3).

    Aksi penggalangan dana untuk korban semburan lumpur itu dilakukan oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam GMKI Kupang. Penggalangan dana pada, Selasa (10/3) berlangsung di depan Kampus Universitas Katolik Widya Mandira (Unika) Kupang. Adapun aksi penggalangan dana akan berlanjut, Rabu (11/3) di depan Polda NTT.  

    Semburan lumpur di Desa Uiasa, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu menghebohkan warga setempat. Semburan lumpur itu merusak lahan pertanian berupa puluhan hektare tanaman padi di lokasi persawahan Holain dan sejumlah permukiman warga di daerah itu.


    Tidak hanya lahan pertanian dan permukiman warga, semburan lumpur juga melanda fasilitas umum seperti jalan raya. Sebagian ruas jalan aspal dengan lebar sekitar 3 meter dari Desa Uiasa menuju ke Pelabuhan Semau juga sudah tertutup lumpur tersebut.



    Warga Semau, Jek Upa membenarkan semburan lumpur mulai meluas hingga menggenangi fasilitas umum seperti jalan raya. Arus transportasi dari Desa Uiasa ke Pelabuhan Semau mulai terganggu akibat genangan lumpur.

    Semburan lumpur sekitar 1 meter itu sudah terlihat beberapa waktu lalu, menggenangi lahan pertanian, pemukiman warga, dan fasilitas umum. Warga setempat tidak banyak berbuat dan hanya berharap intervensi pemerintah agar musibah itu tidak meluas.***

    Jek mengemukakan terdapat tiga titik semburan lumpur panas. Namun, dua di antaranya sudah tidak aktif, hanya satu yang masih aktif. Semburan lumpur panas  cukup deras dan mengancam pemukiman warga. "Warga setempat sangat mengharapkan kepedulian pemerintah agar lahan pertanian milik mereka dan fasilitas umum lainnya bisa diselamatkan," ujar dia.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.