• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 Oktober 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Tangani Longsoran, Lima Alat Berat Dikerahkan
    LEX | Selasa, 10 Maret 2015 | 15:39 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Tangani
    Alat berart menggusur longsoran

     

     

    Ende, Flobamora.net - Balai Pelaksana Jalan Nasional VIII  Satker Jalan Nasional Wilayah IV Propinsi Nusa Tenggara Timur mengerahkan lima alat berat untuk menangani longsoran di Km 16 jalan trans Flores jurusan Ende - Maumere.

     

    “Alat berat yang dikerahkan masing-masing luoder, buldozer dan eksavator.Kelima alat berat tesebut, tiga dikerahkan dari arah barat dan duanya dari arah Timur. Diharapkan dalam satu minggu, jalur transportasi yang terputus sudah bisa dilalui,” kata Kepala Satuan Kerja Jalan Nasional Wilayah IV Propinsi Nusa Tenggara Timur , Leo Sigit saat ditemui di lokasi longsoran, Selasa ( 10/3).

     

    Didampingi PPK Satker Jalan Nasional Wilayah IV Propinsi Nusa Tenggara Timur Saut Siahaan, dia menjelaskan, sejak Senin (9/3) petang pihaknya sudah mulai melakukan penggusuran material baik tanah maupun batu-batuan.

     

    “Kita sudah kerahkan alat berat baik dari arah timur maupun dari arah kota Ende untuk menggempur longsoran tersebut. Bahkan saat ini kami kerja hingga malam hari sekitar pukul 22.00 Wita baru berhenti, “ ujar Leo.

     

    Dia mengatakan, alat berat yang ada sudah mencukupi untuk membersihkan longsoran, mengingat kondisi jalan sempit, pihaknya tidak menambahkan alat berat.

     

    Menurut dia, untuk sementara Satker hanya berupaya agar jalan ini bisa dilalui, sementara perbaikan ke depannya seperti apa masih menunggu anggaran dan arahan dari pusat.

     

    “Berdasarkan survei yang dilakukan, longsoran tersebut bukan disebabkan oleh hujan, namun akibat goncangan gempa, “ ujarnya tanpa merinci goyangan gempa seperti apa dan kapan itu terjadi.

     

    Sementara itu, PPK Satuan Kerja Jalan Nasional Wilayah IV Propinsi NTT, Saut Siahaan mengatakan, longsoran yang terjadi di Km 16-17 ini merupakan bencana nasional, karena itu pihak kontraktor tidak bisa bertanggung jawab penuh akan longsoran ini.

     

    “Meski jalan ini masih dalam masa pemeliharaan, namun merupakan kategori bencana nasional, sehingga tanggung jawab sepenuhnya bukan pada kontraktor  yang mengerjakan jalan ini. Karena ini kondisi alam bukan kerusakan akibat pengerjaan meski sekarang masih dalam masa pemeliharaan” ujar Saut.

     

    Dia berharap, pemerintah daerah segera melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat  agar longsoran di jalan nasional ini bisa ditetapkan sebagai bencana nasional sehingga bisa segera diperhatikan dan mendapatkan kucuran anggaran dari pusat.

     

    ”Yang kita buat ini hanya supaya kendaraan bisa segera lewat bukannya memperbaiki karena butuh biaya yang tidak sedikit” ujarnya.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.