• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 25 Oktober 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Paguyuban Sosial Tionghoa Indonesia Gelar Malam Kesenian di Kupang
    ALBERTOH | Rabu, 11 Maret 2015 | 10:22 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Paguyuban
    Gubernur Lebu Raya menyerahkan cindera mata kepada kepada perwakilan kelompok kesenian Tionghoa dari Denpasar,Selasa (10/3) malam

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan pegelaran kesenian Tiongkok, Selasa (10/3) malam. Pagelaran kesenian tersebut bertujuan merangkul dan menjalin persaudaraan lebih erat antara seluruh warga Tionghoa Indonesia khususnya di Kota Kupang.

     

    Pagelaran ini menyuguhkan tari, lagu dan atraksi seni yang sangat menarik. Ini juga  merupakan kesempatan emas bagi  warga etnis Tionghoa di Kota Kupang untuk menyaksikan pertunjukan seni dan kebudayaan negeri China . Acara pagelaran malam kesenian ini dibuka oleh Vivian Chung, pemetik Sasando dari NTT.

     

    Gubernur NTT Frans Lebu Raya dalam sambutannya pada kesempatan itu mengucapkan selamat datang kepada pimpinan dan anggota rombongan Pagelaran Kesenian Tiongkok dari Denpasar,Bali ke Kota Kupang.

     

    “Semoga pagelaran kesenian ini  memberi inspiratif bagi masyarakat NTT untuk kembali pada budaya dan kesenian dalam hidup setiap hari,” katanya.

     

    Kepada rombongan kesenian dari Denpasar, Lebu Raya mengatakan, NTT memiliki budaya dan kesenian yang sangat banyak misalnya Manggarai, Ngada, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Sumba, Sabu dan Rote serta budaya Dawan dan Tetun di Timor.

     

    Menurutnya, kekayaan dan keanekaragaman budaya dan kesenian ini mengkristal dari pengalaman hidup para leluhur ratusan bahkan ribuan tahun bereksistensi di daerah ini.***

     

    Namun demikian, kata dia, kebudayaan dan kesenian daerah makin tergerus dan cenderung ditinggalkan atas nama kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi komunikasi. Seolah-olah, bila kembali ke budaya dan kesenian lokal, kita merasa tertinggal dan kuno.

     

    “Realita miris ini mendorong  pemerintah untuk  bertekad mengembangkan NTT sebagai provinsi pariwisata. Hal ini karena, salah satu sendi pariwisata adalah wisata budaya. Kebudayaan dan kesenian daerah yang dilestarikan bisa dikelola sebagai aset pariwisata. budaya dan kesenian sebagai potensi pariwisata, dapat dijadikan sebagai batu loncatan pembangunan ekonomi yang ramah lingkungan dan lestari,” ujarnya.

     

    Dia menyatakan, kehadiran rombongan pegelaran kesenian Tiongkok di kota Kupang mengingatkan  warga kota Kupang untuk menjaga budaya dan menjaga keharmonisan. Karena melalui kebudayaan, semuanya akan menjadi harmonis.

     

    Oleh karena itu dia mengharapkan warga Tionghoa dimana pun berada selalu hidup damai dan terus bekerja keras untuk membangun diri dan keluarga. Semuanya harus bersatu, baik di bidang politik, budaya, sosial dan ekonomi.

     

    Lebu Raya mengapresiasi pagelaran Kesenian Tiongkok dan berharap, pagelaran ini tidak cukup berhenti pada malam itu. Pagelaran ini hendaknya memotivasi masyarakat daerah ini, untuk kembali ke akar budaya dalam hidupnya.***


     


    Sumber: Humas Steda Provinsi NTT




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.