• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 16 September 2019

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Menteri Yasonna Dicegat Relawan Jokowi dan `Diserbu` Wartawan
    ANA DEA | Senin, 16 Maret 2015 | 17:00 WIB            #NASIONAL

    Menteri
    Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly. Kompas.com/SABRINA ASRIL

     

    JAKARTA — Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly langsung mendapat serbuan pertanyaan sejumlah relawan Jokowi-JK saat tiba di Istana Kepresidenan, Senin (16/3/2015). Yasonna yang tengah menunggu untuk masuk ke dalam Istana itu langsung ditanya soal sikapnya terkait remisi untuk koruptor.

     

    "Pak Menteri, apa kabar? Bagaimana itu soal remisi koruptor? Janganlah koruptor itu diberi remisi. Itu kan efek jera," celetuk Ulin Yusron, salah satu relawan, kepada Yasonna tanpa basa-basi.

     

    Ulin terlihat bersama relawan pendukung Jokowi-Jusuf Kalla lainnya, seperti Fadjroel Rachman, Addie MS, Glenn Fredly, dan dua orang lainnya. Para relawan ini baru saja santap siang bersama dengan Presiden Jokowi di Istana Negara dan kebetulan melewati tempat Yasonna menunggu.

     

    Mendengar celetukan itu, Yasonna langsung menghampiri mereka. Panjang lebar politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini menjelaskan alasannya meminta agar Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang pengetatan remisi bagi terpidana kasus pidana luar biasa.

     

    "Bukan begitu, ini kita konsepnya pembinaan. Bagaimana dengan orang-orang yang sudah tobat tapi mereka tetap tidak bisa dapat remisi?" ujar Yasonna.

     

    Para relawan masih tak sependapat. Fadjroel Rachman meminta agar Menteri Yasonna menimbang kembali keputusannya itu. Addie MS juga tidak ketinggalan. "Jangan begitulah Pak, korupsi itu kan extraordinary crime," kata konduktor orkestra itu.

     

    "Ini maksudnya mau menyamakan hak dengan narapidana lain," ungkap Yasonna.

     

    Perdebatan itu pun akhirnya diakhiri oleh Ulin yang meminta Yasonna tidak menjadikan isu remisi koruptor ini sebagai fokus utama. Dia menuturkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah pemerintah lain yang harus dikerjakan daripada mengurus masalah remisi koruptor.

     

    Tak mau berdebat panjang, Yasonna yang merupakan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu langsung mengangguk. Para relawan pun pamit berpisah dengan sang Menteri meninggalkan Kompleks Istana. Sementara itu, Yasonna melanjutkan langkahnya masuk ke dalam Istana.

     

    Di dalam Istana, Yasonna kembali diserbu wartawan dengan pernyataan yang sama soal remisi koruptor. Sebelumnya, KPK sudah menentang wacana yang tiba-tiba dilontarkan Menteri Yasonna itu. Wakil Ketua sementara KPK Johan Budi SP menganggap wacana pemberian remisi untuk koruptor adalah langkah mundur pemberantasan korupsi.


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.