• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 04 April 2020

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Obama: Penyelesaian Konflik Israel-Palestina Semakin Rumit
    ANA DEA | Minggu, 22 Maret 2015 | 07:58 WIB            #INTERNASIONAL

    Obama:
    Presiden AS Barack Obama. SAUL LOEB / AFP

     
    WASHINGTON DC - Presiden AS Barack Obama mengatakan pernyataan PM Benyamin Netanyahu yang menolak solusi dua negara dalam kampanyenya membuat penyelesaian konflik Israel-Palestina semakin rumit.

    Dalam sebuah wawancara dengan The Huffington Post yang ditayangkan Sabtu (21/3/2015), Obama menceritakan hasil pembicaraan teleponnya dengan Netanyahu pada Kamis lalu, dua hari setelah Netanyahu terpilih kembali menjadi pemimpin Israel.

    "Saya menegaskan kepada dia bahwa kami terus meyakini bahwa solusi dua negara adalah satu-satunya jalan untuk menjamin keamanan Israel dalam jangka panjang, jika negeri itu tetap ini menjadi negara Yahudi sekaligus negara demokratis," kata Obama.

    "Dan saya tegaskan kepada beliau bahwa pernyataannya di masa kampanye, membuat semakin sulit untuk mencari jalan di mana semua pihak yakin bahwa negosiasi masih dimungkinan untuk menyelesaikan konflik ini," tambah Obama.

    Krisis hubungan AS-Israel terburuk dalam beberapa dekade terakhir diperparah dengan pernyataan kontroversial Netanyahu tepat sebelum pemilihan umum negeri itu digelar pada Selasa (16/3/2015).

    Saat itu, Netanyahu mengatakan tak akan ada negara Palestina merdeka dalam agendanya saat memerintah. Pernyataan ini membuat AS mengancam akan mengevaluasi hubungannya dengan negeri Yahudi itu dan kebijakannya di Timur Tengah.

    "Kami menganggap bahwa retorika seperti itu sangat bertentangan dengan tradisi Israel, yaitu meski Israel dibangun dengan dasar sejarah bahwa bangsa Yahudi membutuhkan sebuah negara, namun demokrasi Israel menjanjikan semua orang di negeri itu akan diperlakukan setara," kata Obama.

    "Saya kira itulah hal terbaik dalam demokrasi Israel. Jika hal itu hilang, maka saya kira situasi tersebut tak hanya memberi amunisi bagi mereka yang tak menyetujui keberadaan sebuah negara Yahudi namun juga akan memulai proses hilangnya demokrasi di negeri itu," Obama menegaskan.

     


    Sumber: Reuters
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.