• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 26 Mei 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kongres Mbay, Sepakati Nama Provinsi Kepulauan Flores
    ELN | Senin, 23 Maret 2015 | 13:11 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kongres
    Flores dan Kepulauan (Foto : Web)

     

    Mbay, Flobamora.net - Kongres rakyat Flores dan Lembata, menyetujui nama provinsi pemekaran Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Kepulauan Flores. Sebelumnya sejak tahun 2003 lalu, perjuangan untuk membentuk sebuah daerah otonomi baru, lebih dikenal dengan nama Provinsi Flores.

     

    Kesepakatan ini diambil saat peyelenggaraan kongres kedua rakyat Flores-Lembata, di Mbay, ibu kota  Kabupaten Nagekeo, Jumat (20/3). Kongres tersebut dipimpin Ketua Panitia Persiapan Pembentukan Profinsi Flores (P4F) Marianus Sae, yang dihadiri delegasi dari kabupaten sedaratan Flores dan Lembata.

     

    Dalam pembahasan awal terungkap landasan pertimbangan penetapan nama Provinsi Kepulauan Flores karena kawasan Flores itu terdiri daerah kepuluan. Padahal ketika membahas nomenklatur provinsi, terdapat dua tawaran nama yakni Provinsi Flores dan Provinsi Kepulauan Flores.

     

    Namun sebagian besar peserta lebih cenderung pada nama Provinsi Kepulauan Flores sehingga menetapkan itu dan dituangkan dalam berita acara hasil kongres kedua di Mbay.

     

    “Kita sudah sepakati bersama tentang nama dari provinsi persiapan ini, yaitu Provinsi Kepuluan Flores. Namun masih ada satu agenda lagi yakni rencana penetapan ibu kota Provinsi Kepulauan Flores. Saya sangat mengharapkan agar kita tidak mengulangi lagi hal yang sama pada tahun 2003 lalu, soal tarik ulur calon ibu kota sehingga mengakibatkan tergantungnya masalah tersebut sampai saat ini,” kata Marianus.

     

    Dia mengatakan, hasil kongres tersebut akan dilaporkan ke DPRD masing-masing kabupaten dan harus ada satu paket dengan calon ibu kota provinsi. Sebab itulah yang diatur dalam regulasi tentang pembentukan provinsi baru.

     

    “Kita tidak bisa usul sendiri-sendiri, nama provinsi sendiri kemudian calon nama ibu kota provinsi sendiri, tetapi harus dalam satu paket,” ujarnya.

     

    Panitia Persiapan Pembentukan Profinsi Flores, sebelumnya telah  mengagendakan ada empat kota di kabupaten dalam Pulau Flores yang dicalonkan menjadi ibu kota Provinsi Kepulauan Flores yakni Ende, Mbay, Maumere, Labuan Bajo dan Mborong.

     

    Salah seorang warga Tunggurambang, Mbay, Blasius Ceme yang dihubungi terpisah mengatakan, secara pribadi ia lebih cenderung memilih Kota Ende sebagai Ibu Kota Provinsi Kepulauan Flores, walau ia sendiri warga Mbay.

     

    Menurut dia, pertimbangannya sederhana. Ende terletak di tengah Pulau Flores. Ende pernah menjadi ibu kota Daerah Flores pada zaman Bupati Flores L. E. Monteiro. Yang tidak kalah pentingnya, Ende sebagai kota sejarah, cikal bakal lahirnya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

     

    “Saya memang warga Nagekeo, tapi secara pribadi saya lebih suka memilih Ende sebagai Ibu Kota Provinsi Kepulauan Flores. Ini kan ada sejarahnya, siapa pun tahu kalau Ende ada ditengah pulau Flores, Ende kota sejarah, Ende ibu kota Daerah Flores pada jaman Bupati Flores L. E. Monteiro. Ini bukan berarti saya antiMbay, tetapi kita harus lebih realistis dalam berpikir.” tandasnya meyakinkan. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.