• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 16 Juli 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Masyarakat NTT Diminta Waspadai Dua Ormas
    ALBERTO | Jumat, 27 Maret 2015 | 11:23 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Masyarakat
    Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) NTT, Sisilia Sona

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Masyarakat diminta mewaspadai dua ormas yang selama ini beroperasi di NTT, yakni Lembaga Pemantau Penyelenggaran Trias Politica RI  (LP2TRI) dan Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI), karena arah pergerakan ormas tersebut diluar dari rambu-rambu sebuah organisasi kemasyarakatan.

     

    Hal tersebut disampaikan Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) NTT, Sisilia Sona, Sabtu pekan lalu. Menurutnya, ada hal yang patut dipertanyakan dari kehadiran dua ormas yang perlu diwaspadai tersebut. Misalkan, mereka yang direkrut menjadi anggota harus menyetor sejumlah uang yang ditentukan dan dijanjikan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan iming-iming diberikan gaji yang tinggi mencapai belasan juta.

     

    “Sangat tidak mungkin karena mekanisme menjadi PNS diatur oleh negara atau pemerintah dan standar gaji pokok seorang PNS tidak mencapai angka yang diiming-iming. Kami tidak memberi perpanjangan ormas itu untuk beraktivitas di NTT ketika mereka datang hendak mengurus perpanjangan aktivitasnya, ketika pimpinan ormas itu datang untuk mengurus surat,” kata Sisilia.

     

    Dia menyatakan, satu aliran yang kini beroperasi di Kabupaten Sikka juga perlu diwaspadai. Memang saat ini baru tiga kecamatan, tapi  sikap waspada harus ditingkatkan. Aliran itu melakukan aktivitas berkedok pengobatan gratis.

     

    Menurutnya, NTT masih membentengi diri terhadap berbagai gerakan radikal seperti ISIS. Memang beberapa waktu lalu, Gafatar sempat masuk di NTT tapi sudah berhasil diusir. Secara nasional, NTT termasuk daerah yang sangat aman. Walau demikian, perlu sikap waspada terhadap gerakan- gerakan radikal yang kini berkembang di daerah lain di tanah air.

     

    “Kita berkomitmen, lebih baik mencegah sejak dini daripada mengobati setelah terjadinya suatu peristiwa. Yang paling penting adalah sikap waspada dari semua komponen masyarakat di daerah ini,” ujarnya.

     

    Lebih lanjut dia menegaskan, gerakan yang bukan ISIS tapi gerakan yang dilakukan sudah keluar dari ideologi negara, juga harus diwaspadai. Untuk mengatakan NTT tidak aman terhadap sejumlah gerakan radikal itu, tentunya harus dibuktikan dengan fakta.

     

    Karena itu, lanjutnya, semua pihak diminta untuk mengikuti dan melapor kepada aparat pemerintah atau aparat keamanan jika mengetahui ada gerakan radikal atau sesuatu yang mencurigakan yang dilakukan sekelompok  atau seseorang yang mengatasnamakan kelompok tertentu.

     

    Sisilia menerangkan, masyarakat di Flores Timur beberapa waktu lalu sempat mencurigai jamaah Tabliq dari Bangladesh yang melakukan sejumlah aktivitas sosial. Sikap curiga dari masyarakat itu memang tidak salah, karena tidak pernah diberitahu sebelumya.

     

    “Setelah dilakukan pengcekan lebih lanjut, Jamaah Tabliq merupakan organisasi resmi agama Islam. Mereka yang tergabung dalam kelompok ini adalah orang yang tergolong mampu dari aspek ekonomi. Hampir setiap saat, kelompok ini datang di NTT untuk melakukan aktivitas sosial,” urainya.

     

    Dia menyatakan, ISIS dan propaganda yang dilakukannya sangat kuat. Provinsi NTT bisa saja menjadi salah satu sasaran pergerakan organisasi radikal ini. Karena itu, sikap waspada perlu ditanamkan dalam diri setiap komponen masyarakat.

     

    Kata dia, jika ditemukan ada sesuatu yang mencurigakan dari pergerakan seorang atau sekelompok orang, harap melaporkan ke petugas terdekat. Partisipasi masyarakat untuk menciptakan situasi aman, sangat diharapkan.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.