• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 27 Januari 2022

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Program DeMAM Jadi Model Pengentasan Kemiskinan
    ALEX | Senin, 30 Maret 2015 | 13:15 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Program
    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Kepala Bappenas, Adrinof A. Chaniago

     

     

    Ende, Flobamora.net - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Kepala Bappenas, Adrinof A. Chaniago mengatakan Program Desa Mandiri Anggur Merah (DeMaAM) yang digulirkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bisa dijadikan contoh dan model untuk mengentaskan kemiskinan.

     

    Hal ini dikatakan Chaniago saat tatap muka dengan pengelola dan anggota Program DeMAM Kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan. Tatap muka ini berlangsung pada Sabtu (28/3) lalu.

     

    Hadir pada kesempatan itu Kepala Bappeda Propinsi NTT, Wayan Dharmawa, Ketua DPRD, Ende, Herman Joseph Wadhi dan Sekretaris Daerah Kabupaten Ende.


    Menteri Chaniago mengatakan, mestinya tidak perlu lagi mencari contoh dan model lain karena program ini sudah terbukti. Tinggal sekarang dilakukan evaluasi secara terus-menerus sehingga ke depannya bisa lebih baik lagi.

    "Program ini bisa jadi contoh untuk desa atau kelurahan, kecamatan, kabupaten atau provinsi lain, karena arahnya jelas membangun dari bawah, dari pinggiran, dari desa," katanya.

    Dia mengatakan, dengan pengelolaan dana secara bersama, program ini lebih baik dan besar manfaatnya daripada dana yang ada diberikan langsung kepada individu-individu.

    "Terlihat manfaatnya jauh lebih besar ketimbang diberikan untuk perorangan, karena itu contoh sudah jelas dan saya sangat menghargai program Anggur Merah," ujarnya sambil mengatakan mudah-mudahan program ini terus berkembang.

    Sementara itu Kepala Bappeda Propinsi Nusa Tenggara Timur, Wayan Dharmawan mengatakan, program ini mulai bergulir sejak 2013 dalam kepemimpinan Gubernur Frans Leburaya. Dia menyebutkan pengelola Program DeMAM nantinya wajib membentuk koperasi.

    "Seperti di Kelurahan Tetandara ini, kelompok beranggotakan 54 orang diwajibkan membentuk koperasi. Koperasi ini nantinya bukan saja beranggotakan mereka saja, namun diharapkan warga lainnya bisa bergabung dan menjadi anggota koperasi," kata Wayan.

     

    Dia berharap, sebelum Gubernur Lebu Raya selesai masa jabatannya di semua desa dan kelurahan sudah memiliki koperasi.*** 

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.