• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 02 April 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Prosesi Laut Jumat Agung akan Diatur Lebih Baik
    ALBERTO | Kamis, 02 April 2015 | 07:56 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Prosesi
    Prosesi Laut Tuna Meninu di Larantuka, Flores Timur (Foto : web)

     

    Larantuka, Flobamora.net - Ritual prosesi laut yang menjadi bagian penting dari rangkaian Prosesi Jumat Agung di Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim) tahun ini akan ditata lebih rapi, demi  menghindari kecelakan seperti tahun 2014 lalu.

     

    Raja Kerajaan Larantuka, Don Emanuel Patigolo DVD yang dihubungi, kamis (2/4) menjelaskan, mulai tahun ini perahu dan peserta diatur secara baik dan langsung berada pengawasan pemerintah daerah.

     

    “Prosesi laut membawa Tuan Meninu (bayi Yesus) dari Pantai Kota Rowido menuju pesisir Desa Pohon Sirih sebelum menuju Kapela Tuan Ma, adalah saat yang sangat sakral dan peziarah pun diminta untuk mengikuti arahan panitia,” katanya.

    Menurutnya, prosesi laut ini untuk mengenang kisah di Alkitab saat bangsa Israel menyeberang Laut Merah dalam sejarah gereja. Tuan Meninu turun melalui Tuan Ma.

    Dia mengatakan, kecelakaan saat prosesi laut tahun 2014 lalu yang menelan korban tujuh peziarah meninggal dunia adalah sebuah pengalaman berharga , sehingga untuk tahun ini perlu pengaturan yang lebih baik dan peziarah tetap khusyuk mengikuti setiap tahapan.

     

    Sebelumnya, Bupati Flores Timur, Yoseph Lagadoni Herin mengatakan prosesi arca bayi Yesus (Tuan Meninu) melalui laut pada setiap perayaan Jumat Agung, tetap dipertahankan meski ada musibah tenggelamnya kapal peziarah pada perayaan serupa pada tahun lalu.



    "Prosesi lautsudah merupakan bagian dari tradisi Jumat Agung yang tidak bisa diabaikan begitu saja, karena sudah dilakukan secara turun-temurun," katanya.

     

    Prosesi laut dengan melibatkan ratusan perahu motor untuk mengangkut para peziarah Katolik dari berbagai daerah di Indonesia itu merupakan bagian yang paling penting dari tradisi Jumat Agung di Kota Reinha Rosari, sebutan khas untuk Kota Larantuka.


    Pada peringatan Jumat Agung tahun lalu, sebuah perahu motor milik Nelayan Bakti dengan nomor lambung 74 yang membawa sekitar 88 peziarah Katolik, tenggelam di perairan Pantai Palo, Kota Rowido, Sarotari Tengah, Kecamatan Larantuka, yang mengakibatkan tujuh orang tewas.

    "Kami akan berkoordinasi dengan pihak gereja dan istana Larantuka sebagai penyelenggara prosesi Jumat Agung agar dapat mengatur dengan baik semua perahu motor yang ikut ambil bagian dari prosesi tersebut agar lebih tertib lagi," ujarnya.


    Artinya, setiap kapal yang mengangkut rombongan peziarah di laut harus benar-benar dalam kondisi baik, dan jumlah peserta pada setiap kapal akan diatur sesuai dengan kapasitas kapal. ***


     
      TAG:
    • khas
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.