• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 04 Desember 2020

     
    Home   »  Travel
     
    Ketika Sepe Kembali Berbunga
    ALBERT R. | Minggu, 08 Desember 2013 | 13:17 WIB            #TRAVEL

    Ketika
    dokumen/flobamora.net

     

     

    Kupang-flobamora.net - Ada  nuansa  lain yang   ditawarkan saat berkunjung  ke Kupang dan beberapa kota di kawasan Timor Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjelang akhir  tahun.  Di tengah terik mentari musim kemarau  yang membakar kulit, kita masih disuguhi nuansa merah yang terkesan romantis, sekadar menghalau kepenatan dan rasa gerah yang menghujam.

    Suasana romantis seakan terekam, ketika mata kita tertuju pada bunga flamboyan, yang  oleh masyarakat setempat  menyebutnya dengan Sepe  yang sedang bermekaran. Di Kota Kupang, misalnya. Ratusan Pohon Sepe,  tumbuh subur di sekitar pinggir jalan, menjulang dan kokoh seakan tak terusik dengan musim kemarau yang cukup pajang di daerah  tersebut.

    Ambil misal, ketika kita baru keluar dari Bandara  El  Tari menyusuri Jalan Pet A. Tallo, Jalan Frans Seda dan Jalan El Tari  . Mata kita disuguhi warna merah merekah dengan aromanya yang khas . Bunga flamboyan atau Bunga Sepe.

    “ Wow…Ini luar biasa. Di tengah kemarau yang begitu ganas, masih ada nuansa lain yang bisa kita dapat di Kota Kupang,” kata Mikhael, salah seorang  sahabat  yang baru tiba dari Jakarta,pekan  lalu.

    Mikhael tidak bosan-bosan mengagumi keunikan bunga flamboyan yang  tergolong jarang sekali berbunga, kecuali di musim panas menjelang  musim hujan  diakhir tahun atau sekitar bulan Oktber hingga Desember.     

    Menelisik keberadaan  Bunga Flamboyan,  pohon ini  berbunganya memang tergolong jarang, sekali dalam setahun. Persisnya terjadi pada masa pancaroba, peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Saat itulah, bunganya bermekaran.

    Namun, karena tampilannya yang luar biasa menawan, orang selalu menanti dan merindukan kehadiran bunganya. Apalagi, setiap kali bunga bermekaran, akan tercipta suasana romantis. Itulah flamboyan, pohon legendaris yang oleh kalangan pencinta tanaman hias dikenal sebagai “tanaman terindah di dunia”.

    Terdapat banyak julukan yang diberikan orang sebagai bentuk kecintaan dan kekaguman terhadap bunga yang bernama Latin Delonix regia itu. Orang Indonesia menyebutnya flamboyan, yang diadaptasi dari kata flamboyant (bahasa Prancis) yang bermakna “cemerlang”. Kalangan ilmiah menyebutnya Royal Poinciana. Orang India menyebutnya dengan gulmohar. Julukan lainnya adalah “flame of the forest”, “flame tree”, atau bersama-sama dengan mawar dijuluki juga sebagai “queen of the flame”.

    Dari berbagai literatur yang dibaca, flamboyan adalah tanaman hias berbentuk pohon dengan perilaku unik dan penuh warna. Tingginya bervariasi dengan paling tinggi mencapai 12 meter. Flamboyan  menyukai tempat terbuka dan cukup sinar matahari. Batangnya licin, berwarna cokelat kelabu dengan teras sangat keras, berat, dan tahan air atau serangga. Akarnya cukup kuat sehingga jika ditanam di trotoar bisa mengangkat permukaan trotoar atau jalan.

    Bentuk pohonnya yang bercabang banyak dan melebar seolah membentuk payung raksasa. Dengan bentuk daun majemuk dan rapat, menciptakan kerimbunan yang khas dan memberikan kerindangan, serta kenyamanan bagi siapa pun yang berteduh di bawahnya.

    Di Kota Kupang, Flamboyan tumbuh begitu subur, yang menjadi ohon yang unik dan bisa dijadikan tempat beteduh di msim kemarau seperti sekarang ini. Daun-daunnya akan terus menghijau sepanjang musim hujan hingga awal musim kemarau. Barulah ketika memasuki pertengahan kemarau, daun-daun flamboyan berguguran.

    Keindahan bunga flamboyan akan tampak jika bunga itu masih di pohon dalam bentuk “gerombolan”. Jika dilihat satu per satu, bunganya tampak kurang menarik. Namun, untuk bisa menyaksikan kecerlangan bunga flamboyan memang harus pandai mencari waktu yang tepat.

    Bunga flamboyan biasanya terlihat paling cemerlang pada minggu pertama kemunculannya. Pada saat langit cerah dan matahari bersinar terang, warna merah jingga menyala berkilauan. Birunya langit yang menghampar luas, seolah menjadi latar belakang yang menciptakan kontras dari sebuah lukisan alam dengan warna merah bunga flam-boyan sebagai objeknya. Saat itulah, kita akan menyaksikan panorama alam yang luar biasa menakjubkan, sebuah gambar hasil ciptaan Tuhan yang tak mungkin bisa ditandingi siapa pun.

    Meski demikian, musim bunga flamboyan yang berlangsung antara bulan Oktober hingga Desember itu tetap menghadirkan suasana romantis.

    Itulah Pohon Sepe atau Flamboyan , yang  menghadirkkan nuansa lain dikegersangan alam  Nusa Tenggara Timur. Cerahnya bunga flamboyan yang banyak tumbuh di pinggir jalan menghadirkan sebuah keindahan di penghujung tahun.***( Risky Avi)

     

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.