• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 25 Oktober 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Prosesi Jalan Salib Angkat Tema Melawan Perdagangan Manusia
    ALBERTO | Jumat, 03 April 2015 | 11:03 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Prosesi
    Ilustrasi prosesi jalan salib

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Peringatan akan penderitaan Yesus Kristus dalam Jalan SalibNya menuju Golgota biasa dilakukan melalui prosesi Jalan Salib di gereja-gereja Katolik.

     

    Di Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui, Kupang, prosesi Jalan Salib pada Peringatan Sengsara dan Wafat Yesus Kristus, Jumat (3/4) mengambil tema “Jalan Salib Melawan Perdagangan Manusia”.

     

    Para frater di lembaga pendidikan calon imam itu berbaur dengan umat mengikuti prosesi Jalan Salib Yesus Kristus di pelataran Gua St. Maria. Tidak ketinggalan para imam di lembaga itu juga ikut merenungkan peristiwa duka yang dialami Yesus Kristus.

     

    Semua peserta Prosesi Jalan Salib itu merenungkan kisah-kisah perdagangan manusia yang terjadi selama ini di NTT. Wanita-wanita NTT yang menjadi korban kekerasan terutama perdagangan manusia.

     

    Buku Ibadat Jalan Salib yang disusun Romo Leo Mali seorang pastor pegiat Masalah Kemanusiaan di NTT dengan judul “Jalan Salib Melawan Perdagangan Manusia” menguraikan kisah penderitaan Yesus Kristus yang kemudian diparalelkan dengan kisah-kisah penderitaan yang dialami sejumlah anak-anak NTT korban berdagangan manusia.

     

    Romo Leo yang dosen di lembaga itu dan aktivis Jaringan Relawan Untuk Kemanusiaan (KRU-K) memaparkan sejumlah kisah hidup korban perdagangan manusia (human trafficking) mulai dari kisah Nirmala Bonat, Wilfrida Soik hingga tragedi “Sarang Burung Walet Medan”.

     

    Kisah jalan Salib Kristus yang dimulai dari perhentian pertama hingga perhentian ke empat belas menguraikan kisah penderitaan Yesus yang memanggul salib hingga disalibkan dan wafat kemudan dimakamkan selalu dikonkretkan dengan kisah penderitaan anak-anak manusia NTT korban perdagangan manusia.

     

    Peserta Prosesi Jalan Salib Kristus itu diajak untuk bersama-sama mendoakan semua pihak yang terlibat dalam kejahatan perdagangan manusia untuk menyadari bahwa apa yang dilakukan selama ini telah mengorbankan sesamanya sendiri. ***


     
      TAG:
    • khas
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.