• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 03 Agustus 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Stok Solar Menipis, Rote Terancam Gelap Gulita
    ALBERTO | Rabu, 29 Januari 2014 | 13:54 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Stok
    General Manajer PLN Wilayah NTT, Richard Safkaur

     

     
    Kupang, Flobanora.net - Cuaca buruk yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dua  pekan terakhir ini menyebabkan pendistribusian bahan bakar Minyak (BBM) untuk melayani kebutuhan listrik di pulau-pulau kecil di provinsi itu terhambat.

    Di Pulau Rote pulkau terselatan Indonesia yang berbatasan dengan Australia, misalnya, stok BBM jenis solar untuk mesin pembangkit listrik mulai menipis. Akibatnya, persediaan yang ada hanya cukup untuk kebutuhan hingga Jumat, 31  Januari 2014 dan daerah itu tercanam gelap gulita.

    "Stok solar untuk listrik di Rote hanya cukup untuk tiga hari ke depan," kata General manajer PT PLN wilayah NTT, Richard Safkaur di Kupang, Rabu (29/1). 

    Menurut Richard, PLN sudah melakukan koordinasi dengan syabandar agar bisa mengirimkan BBM ke pulau tersebut. Namun, syahbandar tidak mengizinkan untuk  melakukan pelayaran karena kondisi cuaca yang masih buruk. Selain itu meminta pemerintah setempat untuk mencari solusi mengatasi keterbatasan solar.

    Selain meminta kebijakan syahbandar, kata dia, PLN juga telah meminta izin kepada administrator pelabuhan (adpel) agar ada kapal yang mengangkut solar ke Pulau Rote.Namun, permintaan itu ditolak dengan alasan cuaca.

    Dia mengatakan PLN Rote membutuhkan 11 ton solar per hari untuk melayani kebutuhan listrik di pulau itu. Saat ini stok solar di PLTD Ba'a, ibu kota Kabupaten Rote Ndao, hanya tersisa 43 ton.

    "Kami hanya bisa berharap cuaca segera membaik agar PLN bisa menambah stok solar di Rote," ucapnya.

    Mengantisipasi cuaca buruk yang masih melanda NTT, PLN berencana meminjam stok solar milik pihak ketiga yang ada di Rote agar listrik tetap menyala.

    Upaya lain adalah melakukan pengiriman solar menggunakan kapal yang lebih besar langsung dari Surabaya, Jawa Timur. Jika tidak, maka PLN akan mengurangi jam nyala listrik dari 24 jam menjadi 20 jam atau 18 jam per hari. Pengurangan jam nyala bisa  dilakukan sejak jam 01.00 Wita hingga 07.00 Wita.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.