• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 Agustus 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Wow ! Fraksi PDIP Sebut "Sang Ratu" Kendalikan Proyek dan Mutasi
    VICKY DA GOMEZ | Senin, 13 April 2015 | 19:01 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Wow
    Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sikka, Stefanus Sumandi

     

    Maumere, Flobamora.net, - Sebuah pernyataan politik yang mengejutkan datang dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sikka. Dalam pemandangan umum terhadap LKPJ Bupati Sikka Tahun Anggaran 2014 yang dibacakan Jumat (10/4) lalu, fraksi ini menyebut “Sang Ratu” mengendalikan proyek dan mutasi di Kabupaten Sikka. Siapa “Sang Ratu” yang dimaksudkan itu, hingga kini masih misterius.

               

    Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Stefanus Sumandi yang membacakan pemandangan umum fraksi menyebutkan kepemimpinan pemerintahan Paket An-Sar lebih memilih sibuk dengan urusan mutasi PNS yang cenderung sarat akan unsur korupsi, kolusi, nepotisme, balas dendam dan balas jasa politik, bongkar pasang mesin birokrasi dengan sesuka hati tanpa memperdulikan kajian teknis profesional dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

               

    “Apalagi kami dengar juga kabar burung yang saat ini santer bersiul di telinga rakyat bahwa Saudara Bupati bersama “Sang Ratu” lebih suka terlibat aktif mengatur pengerjaan proyek-proyek untuk kroni dan orang-orang dekatnya. Dan khusus untuk mutasi PNS dan urusan kenaikan pangkat dan jabatan para pegawai, selama ini ternyata juga diatur dan dikenalikan “Sang Ratu” yang sarat akan aroma upeti, bahkan telah dijadikan sebagai ladang baru untuk mengumpulkan pundi-pundi seperti zamannya para raja dahulu kala,” seru Stephanus Sumandi di ruang paripurna DPRD Sikka.

               

    Membaca sorotan politis Fraksi PDI Perjuangan ini, sejumlah narasumber telah menduga-duga siapa “Sang Ratu” yang dimaksudkan oleh fraksi ini. Berbagai spekulasi menyebutkan nama seseorang yang dipandang cukup dekat dengan Bupati Ansar Rera. Namun hingga kini sosok “Sang Ratu” masih menjadi rahasia Fraksi PDI Perjuangan.

               

    Soal upeti untuk sebuah jabatan di lingkup Pemkab Sikka juga disinggung oleh Fraksi Partai Demokrat. Pemandangan umum fraksi ini menyebutkan ada isu bahwa untuk mendapatkan jabatan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Sikka, seorang hamba harus menyetorkan upeti untuk sang tuan.

               

    “Ini bukan sembarang isu, karena sudah menjadi pembicaraan orang-orang mengerti. Kalau ini tidak benar, dan Fraksi Partai Demokrat mengharapkan ini tidak benar, sehingga anggaplah ini sebagai peringatan saja,” tulis Fraksi Partai Demokrat.

               

    Dalam keterangan pemerintah untuk menanggapi pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap LKPJ TA 2014, Senin (13/4), Bupati Ansar Rera sama sekali tidak menanggapi apa yang diangkat oleh Fraksi PDI Perjuangan maupun Fraksi Partai Demokrat.

     

    Terhadap kegiatan proyek-proyek pemerintah dan kebijakan promosi dan mutasi jabatan, Bupati Ansar Rera hanya menanggapi secara umum saja.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.