• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 25 Oktober 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kabupaten Sikka Sepertinya Tidak Memiliki Pemimpin
    VICKY DA GOMEZ | Sabtu, 18 April 2015 | 21:21 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kabupaten
    Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sikka, Stefanus Sumandi

     

     

    Maumere, Flobamora.net - Sikap kritis terus dilontarkan oleh Fraksi PDI Perjuangan dalam mendukung arah dan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan di Kabupaten Sikka. Salah satunya dengan menyebutkan bahwa daerah ini sepertinya tidak memiliki seorang pemimpin.

     

    “Daerah ini sepertinya tidak memiliki seorang pemimpin. Yah, tentunya pemimpin politik pilihan rakyat yang mana memiliki tanggung jawab dan beban moril yang besar untuk membawa rakyatnya menuju bahtera hidup yang lebih baik. Roda kendali pemerintahan masih di tempat, kinerja kepemimpinannya seolah tidak bergeser dari titik zero,” ungkap Stefanus Sumandi ketika membacakan pemandangan umum Fraksi PDIP atas LKPJ Bupati Sikka TA 2014, beberapa waktu lalu.

               

    Fraksi PDI Perjuangan menguraikan, tahun 2014 adalah tahun kedua di mana rakyat dan daerah ini dipimpin oleh Paket An-Sar, yang oleh fraksi ini disebut sebagai duet birokrat tulen yang berpengalaman dan seorang pegiat LSM yang juga politisi kawakan. Banyak asa dan harapan rakyat untuk hidup lebih baik dan sejahtera yang telah dipanggulkan kepada pemimpin pilihan rakyat itu.

               

    Namun ternyata, tegas Fraksi PDI Perjuangan, harapan ini sepertinya masih utopia karena belum menunjukan tanda-tanda kehidupan, seperti tenggelam dalam idealisme semu pemimpin negeri antaberantah.

               

    Stefanus Sumandi mengatakan awalnya rakyat kagum tatkala pemimpin pilihan mereka menebar mimpi dan angan untuk membawa perubahan yang lebih baik dari pemimpin yang sebelumnya. Rakyat bangga dan bahagia bahwa hisdupnya akan lebih baik, daerahnya pasti akan maju dengan terus menggeliatnya pembangunan di segala bidang. Tidak kalah pentingnya bahwa rakyat juga sangat yakin bahwa roda birokrasi akan ditata lebih baik secara profesioanal. Namun, sindir fraksi ini, kebanggaan itu suram ibarat senja dijemput malam kelam.

               

    Fraksi ini berpendapat, cita-cita besar dari para pendahulu yang berharap Kabupaten Sikka akan lebih baik, lebih maju dan lebih berkembang di kemudian hari, mungkin sekarang tinggal kenangan dan sulit diwujudkan jikalau pemimpin yang ada saat ini memiliki karakter dan gaya kepemimpinan yang lamban serta bersifat pragmatis hanya untuk diri dan kelompoknya sendiri. Ditambah lagi dengan belum memiliki rasa kecintaan dan tanggung jawab yang tulus kepada rakyat dan daerah yang dimpimpinnya.

               

    “Maka amatlah penting jika roda pemerintahan yang dinahkodai Yoseph Ansar Rera dan Paolus Nong Susar patut untuk kita kritisi terus-menerus. Sebab konsep Gelora yang merupakan slogan dan ikon kerjanya An-Sar untuk saat ini masih pepesan kosong yang belum menunjukan geliat dan tajinya. An-Sar lebih memilih sibuk dengan urusan mutasi PNS yang cenderung sarat KKN, balas dendam, dan balas jasa politik,” ungkap Fraksi PDI Perjuangan.

               

    Mengutip pendapat seorang mahasiswa STFK Ledalero lewat tulisan opini pada sebuah media cetak, Fraksi PDI Perjuangan mengatakan Bupati Ansar Rera lamban dalam menyikapi setiap persoalan yang mewarnai dinamika kepentingan umum dan memberikan solusi praktis untuk menyelesaikan sekian banyak persoalan yang kian hari terus menggunung seperti masalah ikan berformalin, penggusuran tempat tinggal warga, ketiadaan akses jaringan listrik, kelangkaan pupuk, pengerjaan proyek fisik yang sering putus kontrak dan tidak menghasilkan kualitas yang baik, kematian ibu dan anak, masalah tambang, dan masih banyak masalah lainnya.

               

    Bupati Ansar Rera, kritik Fraksi PDI Perjuangan, selama ini hanya sibuk mengurusi hal-hal seremonial dan formalitas pemerintahan saja. Bupati dan Wakil Bupati Sikka, sindir fraksi ini lagi, hanya berkutat soal membuka dan menutup sebuah acara.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.