• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 29 Oktober 2020

     
    Home   »  Internasional
     
    Dipantau Terkait Terorisme, Al Furqan Australia Ditutup Pengelolanya
    ANA DEA | Kamis, 23 April 2015 | 10:29 WIB            #INTERNASIONAL

    Dipantau
    Lima remaja ditangkap dalam penyergapan anti-teror hari Sabtu

     

     

    FLOBAMORA.NET - Sebuah pusat keislaman di Australia yang sering didatangi dua remaja yang didakwa dengan pasal terkait terorisme, telah ditutup.

     

    Al-Furqan Islamic Centre di Melbourne mengatakan bahwa mereka yakin ini langkah terbaik, mengingat beratnya "tekanan" yang mereka derita.

     

    Lima orang remaja ditangkap dalam pennyergapan anti teror pekan lalu.

     

    Menurut polisi, mereka merencanakan serangan saat berlangsungnya perayaan seratus tahun perang dunia.

     

    Al-Furqan Islamic Centre mengatakan, keputusan untuk menutup kegiatan mereka "diambil tidak dengan mudah."

     

    Disebutkan dalam sebuah pernyataan, "Mengingat tekanan dan tuduhan palsu yang kami terima -khususnya dari media dan politikus- kami yakin ini langkah terbaik untuk melindungi masyarakat kami, para anggota lembaga ini, dan masyarakat Islam yang lebih luas yang sering kena getah dalam kampanye berbahaya itu."

     

    Pusat kegiatan dan toko buku itu jadi bulan-bulanan sesudah terungkap bahwa sebagiand dari mereka yang ditangkap dalam penggrebekan, sering datang ke tempat itu.

     

    Harun Causevic and Sevdet Besim, keduanya berumur 18, didakwa dengan pasal berkomplot untuk melakukan, atau menyiapkan, atau merencanakan aksi terorisme.

     

    Seorang remaja lain didakwa dengan pidana terkait pemilikan senajata. Sementara dua remaja lain telah dilepaskan.

     

    Sekitar 200 petugas dikerahkan dalam operasi penyergapan Sabtu (18/04) pagi lalu.

     

    Para pengurus Al-Furqan mengatakan, mereka tak ada sangkut pautnya dengan penyergapan itu.

     

    Selasa lalu, pejabat kepolisian negara bagian Victoria, Stephen Fontana mengatakan bahwa al-Furqan termasuk satu di anatar pusat kegiatan Islam yang mereka pantau.

     

    "Ini lebih tentang sejumlah orang yang berusaha mempengaruhi anak-anak muda. Mereka ini betul-betul harus diperhatikan," katanya seperti dikutip ABC News. Al-Furqan pernah menjadi sumber kontroversi sebelumnya. Tempat ini pula yang sering dikunjungi Abdul Numan Haidar, seorang yang menusuk dua petugas polisi sebelum kemudian ditembak mati.

     

    Dua ratus petugas polisi terlibat dalam penyergapan hari Sabtu lalu antara lain ke rumah ini.


     


    Sumber: BBC Indonesia
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.