• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 16 Juli 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kabupaten Sikka Krisis Kader Pemimpin
    VICKY DA GOMEZ | Jumat, 24 April 2015 | 21:04 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kabupaten
    Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sikka, Stephanus Sumandi

     

     

    Maumere, Flobamora.net - Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sikka menuding kaderisasi kepemimpinan di lingkup Pemkab Sikka lebih berorientasi kepada administrasi kepegawaian di mana posisi penting dan strategis dijabat oleh bukan putra-putra daerah Sikka.

     

    Dampak dari itu, fraksi ini berpendapat Kabupaten Sikka sekarang ini tengah mengalami krisis kader pemimpin.

               

    Catatan politis ini dikedepankan Fraksi PDI Perjuangan melalui Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan, Stephanus Sumandi, ketika membacakan pendapat akhir fraksi terhadap LKPJ Bupati Sikka TA 2014, Kamis (23/4).

     

    Paripurna sidang penutupan LKPJ ini dipimpin Ketua DPRD Sikka Rafael Raga dan didampingi Wakil Ketua DPRD Sikka Donatus David.

               

    Mendasari sikap kritis itu, Fraksi PDI Perjuangan mengutip Fajar Kurnianto, seorang peneliti pusat Studi Islam dan Kenegaraan Universitas Paramadina Jakarta yang mana menyebutkan bahwa salah satu pilar kemajuan peradaban barat adalah budaya meritokrasi.

     

    Prinsip meritokrasi itu bahwa setiap individu dalam masyarakat adalah sumber daya yang potensial, di mana harus diberi kesempatan yang sama sebanyak mungkin untuk mengembangkan diri sesuai bakat, minat, dan kemampuan intelektualnya dengan memberi kontribusi positip bagi pemerintah dan masyarakat.

     

    Fraksi PDI Perjuangan berpendapat penempatan PNS haruslah atas prinsip the right man on the right place yang sesuai dengan minat, bakat dan disiplin ilmu yang dimiliki pejabat yang bersangkutan, dan tidfak semata-mata berorientasi pada tingkat eselon yang hanya berwatak administrasi kepegawaian melulu.

     

    “Fraksi mengajak kita sejenak untuk refleksi bahwa begitu banyak posisi penting dan strategis dinahkodai oleh saudara-saudara kita yang bukan putra daerah Sikka. Itu artinya kita sedang mengalami krisis kader pemimpin Nian Tanah,” papar Fraksi PDI Perjuangan.  

               

    Pendapat fraksi ini, lanjut Stephanus Sumandi, bukan untuk bersikap primordial, tetapi sebaliknya untuk mempertanyakan apakah putra-putra daerah sudah tidak layak menduduki posisi-posisi penting dan strategis di lingkup pemerintah. Fraksi ini pun mempertanyakan sampai kapan pemerintah bergantung kepada bantuan tenaga dari luar padahal usia kabupaten ini sudah mencapai 57 tahun.

               

    Data yang dihimpun Flobamora.net, cukup banyak pejabat eselon dua yang ditempati oleh bukan putra daerah, meskipun sebenarnya mereka sudah bertahun-tahun berkarya di Pemkab Sikka.

     

    Selain itu ada fenomena menarik di mana ketika terjadi pergantian kepemimpinan, ada saja pejabat eselon dua yang didatangkan dari luar, meskipun banyak juga putra daerah yang sebenarnya memiliki kemampuan menduduki posisi strategis.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.