• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 04 Desember 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Truk Menumpuk di Pelabuhan Bolok
    RISKY | Kamis, 30 Januari 2014 | 13:12 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Truk
    Antrian Truk di Pelabuhan Bolok

     

     
    Kupang, Flobamora.net - Sudah dua pekan ini kapal motor penyeberangan atau kapal Feri belum beroperasi. Puluhan truk hendak diberangkatkan ke berbagai daerah masih tetap bertahan di pelabuhan penyeberangan Bolok Kupang menunggu kembali beroperasinya kapal Feri baik milik PT ASDP Cabang Kupang maupun milik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Supervisor PT Indonesia Ferry ASDP cabang Kupang Hermin Welkis yang dihubungi Kamis (30/1) menjelaskan, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Feri Indonesia Cabang Kupang,  hingga saat ini masih menutup pelayaran Kapal Feri ke semua lintasan karena belum ada petunjuk dari BMKG untuk sudah boleh berlayar atau belum menyusul cuaca buruk yang melanda daerah itu sejak dua pekan lalu.

    “Kami masih menutup pelayaran ke semua lintasan hingga saat ini, karena cuaca buruk hingga waktu yang tidak ditentukan. Kami belum mendapat petunjuk dari BMKG tentang cuaca di perairan NTT sehingga kami belum bisa membuka pelayaran tersebut,” katanya.

    Sementara sejumlah sopir yang dihubungi di Pelabuhan Bolok, mengakui, mereka sudah hampir dua minggu berada di Bolok ini menunggu cuaca normal untuk berlayar ke tempat tujuan masing-masing. Mereka juga tidak bisa beranjak dari pelabuhan Bolok karena truk mereka penuh muatan.

    “Selama  hampir dua minggu ini kami tetap berada di Bolok. Sesekali kami pulang rumah namun harus antrian dengan konjak. Truk penuh muatan harus dijaga,” kata Maxi Fallo seorang sopir truk yang hendak berangkat ke Larantuka mengantar bahan bangunan milik sebuah toko bangunan di Larantuka.

    Maxi mengakui, mereka memang harus tetap bertahan di Bolok karena cuaca buruk ini. Mereka juga sudah melaporkan ke bos mereka di Larantuka. “Kami sudah lapor bos, dia juga tahu cuaca buruk ini sehingga dia juga mengirim uang lebih buat makan minum kami di Kupang,” katanya.

    Sementara sopir truk lainnya mengaku, selama bertahan di pelabuhan Bolok mereka harus merugo kocek sendiri untuk biaya makan minum selama di pelabuhan Bolok. Bos mereka hanya memberikan uang makan seadanya, sehingga mereka harus nombok biaya makan minum.

    Seperti diakui Marsel Tue, seorang sopir truk dari Bajawa yang juga sudah beberapa hari berada di Bolok untuk menunggu pelayaran Kupang-Aimere, Ngada dengan membawa sejumlah barang miliik majikannya di Bajawa.

    “Saya sudah pusing berada di Bolok ini, uang sudah habis, bos di Bajawa juga tidak cukup perhatiannya,” katanya tanpa mau menyebut nama bosnya di Bajawa.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.