Warning: ob_start(): output handler 'ob_gzhandler' conflicts with 'zlib output compression' in /home/flobamor/public_html/media.php on line 2
Duh ! Puluhan Tahun Warga Mekendetung Hidup dari Air Hujan


  • LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 24 Januari 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Duh ! Puluhan Tahun Warga Mekendetung Hidup dari Air Hujan
    VICKY DA GOMEZ | Rabu, 29 April 2015 | 10:32 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Duh
    Seorang warga sedang mengambil air dari bak penampung

     

    Maumere, Flobamora.net - Nasib miris dialami oleh warga masyarakat Desa Mekendetung Kecamatan Kangae, yang letaknya kurang lebih 25 kilometer dari Kota Maumere.

     

    Di zaman dengan perkembangan teknologi yang kian pesat, justeru mereka masih terus bertahan hidup dengan air hujan. Sudah puluhan tahun mereka memenuhi kebutuhan hidup dengan air hujan, bahkan juga air pisang dan air dari pohon ara.

               

    Kepala Desa Mekendetung, Maria Feligonda yang ditemui di Kantor Desa Mekendetung, Selasa (28/4), menjelaskan bagi warga masyarakat yang kemampuan ekonominya cukup baik, dapat membeli air bersih melalui mobil tangki. Harga air bersih yang dijual di wilayah Mekendetung cukup bervariatif dari Rp 120.000 sampai Rp 300.000 per tangki berisi 5.000 liter.

               

    Menurut Maria, topografi Mekendetung menuntut warga masyarakatnya untuk memenuhi tuntutan hidup dengan cara seperti itu. Persoalannya karena di Mekendetung tidak ada sumber mata air yang bisa membantu kebutuhan masyarakat akan air bersih.

     

    “Di sini tidak ada mata air, kecuali yang berbetasan dengan beberapa desa, misalnya Wairblata di Desa Blatatatin, Wairjimeng di Desa Wolonwalu, dan Wairgabe atau Wairpuat di Desa Tekaiku. Itu pun debit airnya kecil sekali. Jadi terpaksa kami hidup dengan air hujan, air pisang, dan air pohon ara,” ungkapnya.

     

    Kesan senada juga disampaikan Wakil Kepala SDK Wololuma, Piet Sepe ketika ditemui terpisah di sekolah itu. Memenuhi kebutuhan air bersih dengan air hujan, tambahnya, sudah menjadi hal biasa bagi warga masyarakat Desa Mekendetung.

     

    Di sekolah ini terdapat sebuah bak penampung yang cukup besar. Jika musim hujan bak penampung itu dimanfaatkan untuk menampung air hujan. Sebaliknya kalau musim kemarau dimanfaatkan untuk menampung air bersih yang dibeli dari mobil tangki. hujan bangunan 

     

    Seperti disaksikan Flobamora.net di Kantor Desa Mekendetung, seorang staf tengah mengambil air dari bak penampung yang cukup besar. Bak ini menampung air hujan, yang beberapa hari ini turun cukup deras di Desa Mekendetung dan sekitarnya. Air hujan itu digunakan untuk kebutuhan mandi, cuci, kakus, termasuk untuk urusan di dapur.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.